Kompas.com - 30/08/2021, 07:25 WIB
Orang-orang Afghanistan terlihat di dalam sebuah rumah setelah serangan pesawat tak berawak AS di Kabul, Afghanistan, Minggu, 29 Agustus 2021. AP PHOTO/KHWAJA TAWFIQ SEDIQIOrang-orang Afghanistan terlihat di dalam sebuah rumah setelah serangan pesawat tak berawak AS di Kabul, Afghanistan, Minggu, 29 Agustus 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi perekonomian Afghanistan di bawah kepemimpinan Taliban kian memburuk. Sistem perbankan di negara tersebut tengah berada di ambang kehancuran.

Setelah hampir dua pekan Taliban mengambil alih kursi pemerintahan, bank-bank di Afghanistan masih tutup. Hal ini mengakibatkan banyak orang kehabisan uang tunai.

"Tidak ada orang yang punya uang," kata seorang pegawai bank sentral Afghanistan, yang identitasnya disembunyikan, dilansir dari CNN, Senin (30/8/2021).

Pegawai itu juga menyatakan, banyak keluarga yang tidak memiliki uang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Ini selaras dengan banyaknya pekerja tidak lagi menerima gaji atau upah.

Baca juga: Taliban, Penguasa Baru Kekayaan Tambang Rp 14.000 Triliun di Afghanistan

Sangat bergantungnya perekonomian Afghanistan terhadap nilai mata uang asing dan bantuan internasional menjadi sumber kekacauan sistem keuangan negara ini.

Pasalnya, setelah Kabul jatuh ke Taliban, bantuan internasional telah dihentikan sementara, di mana berdasarkan data Bank Dunia, sumber keuangan tersebut memiliki porsi sebesar 75 persen dari total pengeluaran publik Afghanistan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah perbankan Afghanistan dibuka, kerapuhan dari sistem perbankan akan terlihat," ujar seorang sumber yang familiar dengan kondisi perekonomian Afghanistan.

Kamar Dagang Afghanistan-Amerika Serikat menilai, sistem perbankan Afghanistan tengah berada di ambang kehancuran. Sebab, kondisi bank sentral Afghanistan, yang notabenenya merupakan fondasi dari perekonomian suatu negara, tengah tidak stabil.

"Afghanistan dan sektor perbankannya berada pada 'titik eksistensial', di mana keruntuhan sektor perbankan sudah dekat," tulis Kamar Dagang Afghanistan-Amerika Serikat.

Baca juga: Bank Dunia Tangguhkan Bantuan Keuangan untuk Afghanistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.