KILAS

Kementan Gelar Bimtek On The Spot, 4 Petani Ini Bagikan Pengalamannya

Kompas.com - 30/08/2021, 16:58 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat meninjau areal zona 4 food estate Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur yang berlokasi di Desa Makatakeri pada Senin (15/2/2021). Dok. KementanMenteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat meninjau areal zona 4 food estate Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur yang berlokasi di Desa Makatakeri pada Senin (15/2/2021).

Adapun, varietas cabai yang dibudidayakan adalah varietas mhanu prentul. Varietas ini dipilih karena sangat digemari oleh pedagang di Jakarta.

Pada kesempatan ini, Yogiantoro meminta saran kepada Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan dan petani lainnya untuk meningkatkan produksi serta memaksimalkan keuntungan dari harga jual yang murah.

KT Gemah Ripah meminta masukan bagaimana untuk meningkatkan produksi dan juga mengatasi harga yang murah ini sehingga masih mendapatkan keuntungan,” ucap Yogiantoro.

Sementara itu, Ketua KT Petani Muda Keren (PMK) Gede Suardita dari Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, menceritakan proses pertanaman yang menggunakan teknologi.

Dia menuturkan, kelompok taninya menerapkan konsep tumpang sari serta menggunakan teknologi mekanisasi dan internet untuk budidaya sayuran buah dan sayuran daun.

Baca juga: Simak, Cara Menanam Cabai Rawit di Polybag agar Cepat Berbuah

“Konsep bertani yang dilakukan kelompok tani kami adalah tumpang sari karena lahan di sini merupakan lahan yang kecil. Paling luas itu 1 hektar,” jelasnya.

Konsep tumpang sari digunakan untuk mengantisipasi harga yang tidak menentu. Pasalnya, salah satu tanaman bisa kemungkinan memiliki nilai jual tinggi dan rendah.

Tak hanya itu, sistem perawatan sudah menggunakan sistem budidaya smart farming, yakni pertanian yang berbasis internet. Sistem ini diterapkan agar dapat meningkatkan usaha petani dalam melakukan perawatan seperti pemupukan dan pemanenan.

Gede memaparkan, keuntungan penggunaan internet adalah adanya kontinuitas dalam berproduksi.

Dari Bali pindah ke Jawa Barat (Jabar), Ketua KT Subur Jaya Nian Abadi menceritakan kisah kelompoknya mengelola tanaman obat lengkuas di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi bergabung untuk menyemarakkan Merdeka Panen.

Baca juga: Kementan Klaim Produksi Pertanian Lokal Penuhi Kebutuhan Nasional dan Tekan Impor

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Jokowi Mau Larang Ekspor Timah dan Bauksit Tahun Ini

Whats New
Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.