[POPULER MONEY] Syarat Penerima BSU yang Belum Punya Rekening Himbara | Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 19 Ditutup

Kompas.com - 31/08/2021, 05:39 WIB
Ilustrasi gaji, rupiah, bantuan pemerintah, bantuan karyawan ShutterstockIlustrasi gaji, rupiah, bantuan pemerintah, bantuan karyawan

1. Subsidi Gaji Ditransfer via Bank BUMN, Simak Syarat Calon Penerima yang Belum Miliki Rekening Himbara

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyebutkan, program pemerintah berupa bantuan subsidi upah/gaji (BSU) bagi para pepkerja/buruh tahun ini telah tersalurkan kepada 2,1 juta penerima.

"Ini yang sudah bisa ditransfer adalah mereka yang banknya Bank Himbara. Berikutnya akan dibukakan untuk teman-teman pekerja yang belum memiliki rekening Himbara," ujar dia, dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet pada Senin (30/8/2021).

Untuk memudahkan penyaluran BSU tersebut, lanjut Menaker, seluruh penyaluran subsidi gaji ini akan dilakukan melalui Bank Himbara. Pekerja/buruh yang telah memenuhi persyaratan dan belum memiliki rekening Bank Himbara akan dibukakan rekening baru secara kolektif.

Selain itu, data calon penerima BSU tahun ini juga dipadankan dengan data penerima bantaun sosial (bansos) lainnya, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Prakerja, dan Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Simak selengkapnya di sini

2. Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 19 Ditutup, Cek Pengumuman Kelolosan Lewat Cara Ini

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pendaftaran peserta untuk Kartu Prakerja gelombang 19 sudah ditutup pada Minggu (29/8/2021) pukul 23.59 WIB.

Sekarang waktunya kamu menunggu pengumuman kelolosan.

Mengutip laman resmi Kartu Prakerja, Senin (30/8/2021), ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk mengecek kelolosan, yakni lewat dashboard Kartu Prakerja di akunmu ataupun melalui SMS.

Lalu bagaimana cara mengecek kepesertaanmu di Kartu Prakerja? Baca di sini

3. Bank Indonesia Cabut dan Tarik 20 Pecahan Rupiah Khusus dari Peredaran

Bank Indonesia mencabut dan menarik 20 jenis pecahan Uang Rupiah Khusus (URK) Tahun Emisi 1970 sampai dengan 1990 dari peredaran.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menuturkan, dengan penarikan ini rupiah khusus tersebut tidak lagi berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Bagi masyarakat yang memiliki URK tersebut dan ingin melakukan penukaran, dapat menukarkannya di Bank Umum terhitung sejak 30 Agustus 2021 sampai dengan 29 Agustus 2031, atau 10 tahun sejak tanggal pencabutan," kata Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Senin (30/8/2021).

Simak daftar rupiah khusus yang dicabut dan ditarik tersebut di sini

4. Luhut: Demi Ekonomi Rakyat, PPKM Dibuka Berkala Menyesuaikan Kondisi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan penjelasan mengenai penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Penjelasan tersebut disampaikan Luhut di sela diskusi bersama Purnawirawan TNI dan Polri terkait penanganan pandemi Covid-19 di Jawa-Bali pada Minggu (29/8/2021).

Melalui diskusi ini, Luhut menjelaskan terkait perkembangan upaya pemerintah untuk menangani pandemi, serta meminta bantuan dari Purnawirawan agar dapat menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat luas.

"PPKM yang telah diberlakukan tujuannya untuk menurunkan laju penambahan kasus dan memberikan kesempatan untuk pelayanan kesehatan agar bisa ditingkatkan," ungkap Luhut dikutip dari keterangan resmi, Senin (20/8/2021).

Selengkapnya baca di sini

5. Mengapa Banyak Pebalap F1 Memilih Tinggal di Monako?

Monako merupakan negara mungil yang terselip di antara Perancis dan Italia. Di Tanah Air, negara ini cukup dikenal lantaran benderanya yang sama persis dengan Indonesia.

Salah satu hal unik lain dari Monako adalah karena negara ini jadi tempat favorit menetap bagi para atlet yang kaya raya, salah satunya para pebalap Formula 1 atau F1 Grand Prix.

Meski berpaspor dari berbagai negara, para pebalap ini lebih memilih menetap di Monako. Beberapa pebalap yang memilih bertempat tinggal di sana yaitu Lewis Hamilton, Valtteri Bottas, Alex Albon, Max Verstappen, Antonio Giovinazzi, Charles Leclerc, dan banyak lagi.

Tren itu sebenarnya bukan hal baru, tetapi sudah jadi favorit tempat tinggal bagi para pebalap top dunia sejak beberapa dekade silam, seperti David Coulthard, Mikka Hakkinen, dan Gerhard Berger.

Nah mengapa para pebalap top itu memilih tinggal di negara kecil itu? Simak di sini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.