Jokowi: 331,6 Juta Dosis Vaksin Bakal Datang pada Agustus-Desember 2021

Kompas.com - 31/08/2021, 10:35 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 yang dikembangkan perusahaan Johnson & Johnson dilaporkan menyebabkan gangguan menstruasi. Badan obat Eropa, EMA, telah menegaskan sejauh ini tidak ada hubungan antara gangguan menstruasi dan vaksin Covid-19. SHUTTERSTOCK/PalSandIlustrasi vaksin Covid-19 yang dikembangkan perusahaan Johnson & Johnson dilaporkan menyebabkan gangguan menstruasi. Badan obat Eropa, EMA, telah menegaskan sejauh ini tidak ada hubungan antara gangguan menstruasi dan vaksin Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo mengatakan, Indonesia akan mendapat tambahan dosis vaksin sebesar 331,6 juta dosis sepanjang Agustus sampai Desember 2021.

Tambahan vaksinasi ini sebagai percepatan menuju kekebalan komunal (herd immunity) dengan 70 persen penduduk RI harus mendapat vaksinasi.

"Kita akan dapat tambahan vaksin selama Agustus-Desember 2021 sebesar 331.675.000 dosis, dengan rincian 258.675 yang sudah fix, dan 73.000 yang unfix atau menunggu perkembangan lebih lanjut," kata Jokowi dalam Kongres ISEI XXI secara virtual, Selasa (31/8/2021).

Baca juga: Luhut Sebut Etana Gandeng China Produksi 70 Juta Dosis Vaksin mRNA pada Juli 2022

Saat ini, sebanyak 61,5 juta atau 29,5 persen warga telah mendapat vaksin tahap pertama dan 34,8 juta atau 16,7 persen warga sudah mendapat vaksinasi tahap kedua.

Jokowi menyebut, vaksinasi mampu menahan penyebaran virus. Dalam dua minggu terakhir, kasus Covid-19 di Indonesia sudah turun signifikan sebesar 86,9 persen.

Angka kesembuhan pun lebih tinggi jika dibandingkan penambahan kasus konfirmasi positif.

"Alhamdulillah kasus Covid-19 Indonesia sudah melewati puncaknya dan turun signifikan dalam 2 minggu terakhir. Penurunan BOR nasional saat ini 27 persen," beber Jokowi.

Presiden menyebut, Indonesia tetap tidak boleh lengah meski kasus menurun.

Baca juga: Pemerintah Cadangkan Anggaran Vaksin hingga Rp 36 Triliun pada 2022

Jokowi mengimbau agar tetap waspada dan terus disiplin menjalankan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Kita semua harus tetap meningkatkan upaya kita untuk mengendalikan pandemi ini. Ketersediaan obat antivirus dan oksigen juga tetap menjadi prioritas, paket vitamin dan obat untuk masyarakat yang menjalani isolasi mandiri juga terus kita distribusikan ke seluruh daerah," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.