KILAS

Dorong Penggunaan Pupuk Organik, Kementan Salurkan Bantuan UPPO untuk Petani Ende

Kompas.com - 31/08/2021, 15:58 WIB
Pembangunan unit pengolahan pupuk organik (UPPO)  di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). DOK. Humas Kementerian PertanianPembangunan unit pengolahan pupuk organik (UPPO) di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

KOMPAS.com – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) menyalurkan bantuan unit pengolahan pupuk organik (UPPO) kepada kelompok tani (poktan) Fanga Sama di Desa Walogai Timur, Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Jenderal (Dirjen) PSP Kementan Ali Jamil mengatakan, pembangunan UPPO diarahkan pada lokasi strategis yang memiliki potensi sumber bahan baku pembuatan kompos, hortikultura, perkebunan rakyat, peternakan, dan kawasan pengembangan desa organik.

Adapun sumber bahan baku pembuatan kompos yang dimaksud antara lain limbah organik atau limbah panen tanaman, kotoran hewan atau limbah ternak, hingga sampah organik rumah tangga.

Bantuan UPPO yang diserahkan berupa satu unit rumah kompos dan bak fermentasi, satu kandang komunal, delapan ekor sapi, alat pengolah pupuk organik (APPO), dan kendaraan roda tiga.

Baca juga: Pejabat NTT Kumpul dan Bernyanyi Tanpa Masker, Ombudsman: Kita Perlu Keteladanan Pemimpin Patuhi Prokes

Ali Jamil memaparkan, Kementan tengah mendorong petani agar menggunakan pupuk organik sebagai upaya rehabilitasi tanah.

Pupuk organik dapat menyediakan hara tanaman dan memperbaiki struktur tanah, baik dalam memperbaiki drainase dan pori-pori tanah,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (31/8/2021).

Penggunaan pupuk organik, kata Ali Jamil, bukan berarti mendorong substitusi pupuk kimia ke pupuk organik.

“Kami mendorong penggunaan pupuk secara berimbang karena zat hara yang dibutuhkan tanaman juga ada di pupuk anorganik. Karenanya, petani harus seimbang dalam menggunakan kedua pupuk tersebut agar lahan sehat, produksi meningkat dan produktivitas melesat,” tuturnya.

Ia berharap, pupuk kandang juga mampu mempercepat pertumbuhan pakan ternak.

Baca juga: Lewat UPPO, Kementan Dukung Ketersediaan Pupuk Organik bagi Petani

Sementara itu, Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen PSP Kementan Muhammad Hatta menambahkan, pupuk kandang yang akan diproduksi adalah pupuk organik berbahan dasar kotoran hewan (kohe).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.