Kerugian Garuda Indonesia Tembus Rp 13 Triliun pada Semester I-2021

Kompas.com - 31/08/2021, 16:28 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat kargo dari pesawat Garuda Indonesia saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (9/4/2021). Pemerintah menerbitkan aturan pengendalian transportasi mudik, baik moda darat, udara, laut dan perkeretaapian pada 6 - 17 Mei 2021, dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Ampelsa/aww. ANTARA FOTO/AMPELSAPekerja melakukan bongkar muat kargo dari pesawat Garuda Indonesia saat tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (9/4/2021). Pemerintah menerbitkan aturan pengendalian transportasi mudik, baik moda darat, udara, laut dan perkeretaapian pada 6 - 17 Mei 2021, dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Ampelsa/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar 904,9 juta dollar AS atau setara Rp 13,1 triliun (asumsi kurs Rp 14.400 per dollar AS) pada semester I-2021.

Kerugian tersebut meningkat dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni sebesar 728,15 juta dollar AS atau setara Rp 10,5 triliun.

Dilansir dari laporan keuangan perusahaan dengan kode emiten GIAA itu, Selasa (31/8/2021), kenaikan rugi bersih perseroan selaras dengan merosotnya pendapatan usaha sepanjang periode Januari-Juni 2021.

Baca juga: Garuda Indonesia Uji Coba IATA Travel Pass Mulai 30 Agustus 2021

Pada paruh pertama tahun ini, GIAA membukukan pendapatan usaha sebesar 696,8 juta dollar AS atau setara Rp 10,03 triliun, menurun dibanding semester I-2020 sebesar 917,2 juta dollar AS atau setara Rp 13,2 triliun.

Penurunan itu seiring dengan anjloknya pendapatan usaha di segmen penerbangan, yakni dari 750,2 juta dollar AS atau setara Rp 10,8 triliun pada semester I-2020, menjadi 556,5 juta dollar AS atau setara Rp 8,01 triliun pada semester I tahun ini.

Berbeda dengan segmen penerbangan, pendapatan penerbangan tidak berjadwal tumbuh dari 21,54 juta dollar AS atau setara Rp 353,3 miliar menjadi 41,63 juta dollar AS atau setara Rp 599,4 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun beban usaha maskapai pelat merah itu menurun dari 1,64 miliar dollar AS atau setara Rp 23,6 triliiun, menjadi 1,38 miliar dollar AS atau setara Rp 19,8 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.