Kompas.com - 31/08/2021, 19:57 WIB
Pengertian pasar modal atau pasar modal adalah tempat bertemunya investor dan emiten. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengertian pasar modal atau pasar modal adalah tempat bertemunya investor dan emiten.

KOMPAS.com - Pasar modal adalah istilah yang tentu sudah tak asing lagi, terutama mereka yang sudah bergelut dengan investasi. Di Indonesia, contoh pasar modal adalah Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pengertian pasar modal yakni sarana bertemunya perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah) yang membutuhkan dana dengan masyarakat yang hendak menginvestasikan dananya.

Dana yang terkumpul dari masyarakat kemudian digunakan untuk berbagai keperluan seperti ekspansi bisnis, menambah modal kerja, melunasi utang, dan sebagainya.

Agar lebih mudah dipahami, ada dua pihak yang dipertemukan di pasar modal. Pihak pertama dalam pasar modal adalah investor atau mereka yang menanamkan modal, sedangkan emiten yaitu badan usaha yang membutuhkan modal.

Baca juga: Apa Itu Saham: Definisi, Jenis, Keuntungan, Risiko, dan Cara Membeli

Fungsi pasar modal adalah untuk menjembatani kegiatan penawaran instrumen investasi dari emiten kepada investor atau masyarakat.

Berbagai instrumen investasi yang diperdagangkan di pasar modal adalah antara lain saham, obligasi atau surat utang, sukuk, surat berharga, kontrak berjangka atas efek, waran, right issue, dan efek lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain emiten dan investor, pihak lain yang terlibat dalam pasar modal adalah operator, yang mana di Indonesia fungsi tersebut dijalankan oleh PT Bursa Efek Indonesia yang juga berperan sebagai regulator.

Lalu ada underwriter atau penjamin emisi. Fungsi underwriter adalah bertanggung jawab apabila emiten melakukan wanprestasi.

Baca juga: Pengertian Bank Kustodian dan Fungsinya di Investasi Reksa Dana

Selain itu, beberapa pihak lain yang terlibat dalam perdagangan di pasar modal adalah PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator sekaligus pengawas. 

Sejarah pasar modal

Indonesia sendiri pertama kali memiliki pasar modal di tahun 1977, meski keberadaan pasar modal sebenarnya sudah ada sejak era Hindia Belanda di tahun 1912 namun kemudian mati suri sejak Perang Dunia II.

Pada 10 Agustus 1977, Presiden Soeharto meresmikan dibukanya Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang dijalankan di bawah Bapepam (Badan Pelaksana Pasar Modal) dengan PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama.

Lalu pada tahun 1989, pemerintah kembali membuka pasar modal lainnya, yakni Bursa Efek Surabaya (BES). Namun sejak tahun 2007, BEJ dan BES kemudian digabung menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Simak penjelasan terkait saham dan obligasi dalam tautan berikut. 

Baca juga: Apa Itu Right Issue Saham? Kenali Untung Ruginya Bagi Investor

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.