Minat Beli Rumah Lewat KPR Syariah? Kenali 2 Jenis Akad Berikut

Kompas.com - 31/08/2021, 20:45 WIB
Ilustrasi KPR. iStockIlustrasi KPR.
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Membeli rumah dengan skema Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) adalah salah satu skema yang paling banyak dipilih oleh orang.

Pilihan membeli rumah dengan skema KPR biasanya dilakukan oleh orang yang tidak memiliki dana cukup untuk membeli rumah secara tunai.

Skema KPR sendiri terdiri atas dua jenis, yakni KPR konvensional dan KPR syariah.

Baca juga: BTN Gelar Promo KPR Bebas Uang Muka hingga Suku Bunga 4,5 Persen

Beda di antara keduanya bisa dibaca di artikel berikut.

Adapun penjelasan secara lebih detil mengenai KPR syariah bisa dibaca di artikel berikut.

Dikutip dari laman resmi sikapiuangmu.ojk.go.id KPR syariah adalah jenis pembiayaan yang bisa berupa pembiayaan jangka pendek, menengah, atau panjang untuk rumah baik bekas maupun baru dengan prinsip atau akad (akad KPR).

Lalu, apa saja akad KPR syariah?

Akad KPR bank syariah ada empat jenis, yakni akad murabahah, akad musyarakah mutanaqisah, akad istishna, serta akad ijarah mutahiyyah bit tamik.

Baca juga: Ada Insentif, KPR Perbankan Melesat

Namun demikian, akad KPR di bank syariah (akad kredit rumah) yang umum digunakan dalam pembiayaan kepemilikan rumah dan apartemen di Indonesia yakni akad murabahah atau jual beli dan akad musyarakah mutanaqisan atau kerjasama-sewa.

Berikut adalah penjelasan dari 2 jenis akad KPR syariah tersebut:

Akad Jual Beli atau Akad Murabahah

Pada dasarnya, murabahah yakni perjanjian jual beli antara bank dengan nasabah.

Nantinya, bank syariah akan membeli barang yang diperlukan oleh nasabah kemudian menjual kepada nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan ditambah margin atau keuntungan yang disepakati antara bank dan nasabah.

Bila nasabah sepakat menggunakan jenis akad mudarabah, bank akan melakukan pembelian rumah atau apartemen yang diinginkan nasabah.

Baca juga: Mau Ambil KPR di Kala PPKM? Simak Kata Perencana Keuangan

Sehingga, rumah tersebut dimiliki oleh pihak bank. Baru kemudian, rumah tersebut dijual kepada nasabah yang membeli dengan mencicil.

Karena KPR syariah, maka bank tidak mengenakan bunga namun mengambil margin atau keuntungan dari penjualan rumah yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dengan demikian, maka besaran cicilan yang harus dibayarkan nasabah dalam jangka waktu yang disepakati bersifart tetap.

Akad Kerja Sama Sewa atau Musyarakah Mutanaqisah

Akad KPR syariah jenis ini dilakukan antara dua pihak atau lebih yang berserikat atau berkongsi terhadap suatu barang.

Nantinya, salah satu pihak akan membeli bagian pihak lainnya secara bertahap.

Dengan demikian, bank dan nasabah akan membeli rumah atau apartemen bersama-sama dengan porsi kepemilikan sesuai kesepakatan, misalnya pihak bnk 80 persen dan nasabah 20 persen.

Kemudian, nasabah akan membeli bagian rumah yang dimiliki oleh bank hingga aset yang dimiliki oleh bank berpindah tanah kepada nasabah.

Baca juga: KPR dan Korporasi Dongkrak Kredit BCA Semester I Tumbuh 0,8 Persen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.