Aturan PPKM Diperlonggar, Bagaimana Prospek Emiten Operator Mal ke Depan?

Kompas.com - 01/09/2021, 20:26 WIB
Aturan PPKM Level 3 dalam pelaksanaan PPKM Jawa-Bali. Suasana persiapan jelang pembukaan pusat perbelanjaan di Mall Botani Square, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/8/2021). Pemerintah Kota Bogor masih menunggu hasil keputusan pemerintah pusat dalam pelonggaran di masa perpanjangan PPKM untuk membuka kembali pusat perbelanjaan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/rwa. ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHAturan PPKM Level 3 dalam pelaksanaan PPKM Jawa-Bali. Suasana persiapan jelang pembukaan pusat perbelanjaan di Mall Botani Square, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/8/2021). Pemerintah Kota Bogor masih menunggu hasil keputusan pemerintah pusat dalam pelonggaran di masa perpanjangan PPKM untuk membuka kembali pusat perbelanjaan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/rwa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan pemerintah menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jakarta dan sekitarnya dinilai bakal berdampak positif terhadap emiten pengelola pusat perbelanjaan atau mal.

Meskipun masih beroperasi dengan pembatasan yang cukup ketat, aktivitas di dalam mal sudah dapat kembali bergerak, sehingga pengelola tidak lagi terbebani oleh beban usaha.

Kepala Riset Praus Capital, Alfred Marolop Nainggolan mengatakan, emiten yang mengoperasikan mal akan diuntungkan dengan kegiatan operasional yang memungkinkan para tenant bisa kembali menjalankan bisnisnya.

Baca juga: PPKM Berlanjut, BI Tetap Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kisaran 3,5 - 4,3 Persen

Sebab, selama hampir 1,5 bulan sejak PPKM dijalankan, aktivitas mal praktis berhenti, sehingga pengelola tidak bisa memperoleh revenue secara optimal.

"Emiten seperti Agung Podomoro yang memiliki banyak mal bisa kembali menjalankan bisnisnya,” kata Alfred dalam keterangannya, Rabu (1/9/2021).

Meskipun pada paruh pertama tahun ini, Agung Podomoro masih mencatatkan kerugian, tetapi Alfred meyakini pelonggaran PPKM dan juga akselerasi vaksinasi Covid-19 dapat mendongkrak kembali kinerja perusahaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Situasi ini tentu juga akan berdampak positif terhadap revenue perseroan hingga akhir tahun. Semoga penyebaran Covid-19 ini dapat segera dikendalikan," ujar dia.

Alfred menambahkan, bisnis mal akan kembali tumbuh seiring dengan pemulihan daya beli masyarakat, pasca direlaksasinya PPKM.

Baca juga: PPKM Jawa Bali Diperpanjang, Ini Syarat Operasional Mal dan Restoran

“Keberhasilan DKI Jakarta dan daerah sekitarnya dalam program vaksinasi Covid-19 tentu akan meningkatkan kunjungan ke mal," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ada sejumlah penyesuaian aturan dalam PPKM periode kali ini.

Di antaranya jam operasional mal diperpanjang hingga pukul 21.00 dengan kapasitas dine in di dalam mal menjadi 50 persen.

"Pemerintah juga melakukan uji coba 1.000 restoran di luar mal dan outlet yang berada di ruang tertutup untuk bisa beroperasi dengan kapasitas 25 persen di Surabaya, Jakarta, Bandung, dan Semarang," ujar Luhut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.