Merger 4 BUMN Pelabuhan, Pelindo Bakal Jadi Operator Peti Kemas Terbesar ke-8 di Dunia

Kompas.com - 02/09/2021, 06:08 WIB
Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang merupakan kelolaan Pelindo III dok Pelindo IIIPelabuhan Tanjung Emas Semarang yang merupakan kelolaan Pelindo III

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah resmi mengumumkan rencana penggabungan atau merger empat BUMN Pelabuhan yakni PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), dan PT Pelindo IV (Persero).

Rencananya merger secara resmi akan dilakukan pada 1 Oktober 2021. Lewat penggabungan tersebut maka keempat BUMN akan menjadi satu perusahaan bernama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, penggabungan ini nantinya akan meningkatkan posisi Pelindo sebagai operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia dengan total throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs.

Baca juga: Pelindo I-IV Bakal Merger Mulai 1 Oktober 2021

"Kami punya visi agar dengan integrasi ini bisa menyatukan seluruh pelabuhan peti kemas di Pelindo, itu akan mencapai skala 16 juta TEUs yang merupakan pelabuhan peti kemas terbesar ke-8 di dunia," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (1/9/2021).

"Ini tentunya menjadi salah satu tujuan utama agar kita bisa memiliki integrasi pelabuhan yang berskala global dan bisa bersaing di global," lanjut Kartika.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono menambahkan, salah satu visi dari merger ini adalah menjadikan Pelindo sebagai operator pelabuhan kelas dunia.

“Visi Pelindo bersatu adalah untuk menjadi pemimpin ekosistem maritim terintegasi dan berkelas dunia. Kelas dunia artinya itu standar pelayanan,” kata dia.

Baca juga: Holding BUMN Pelabuhan dan Pariwisata Akan Terbentuk dalam Waktu Dekat


Ia menjelaskan, setelah penggabungan Pelindo akan melakukan sejumlah transformasi untuk mencapai target sebagai operator pelabuhan kelas dunia. Transformasi itu dilakukan dengan meningkatkan standar kualitas operasional pelabuhan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kemudian, dengan peningkatan kualitas layanan berbasis pelanggan (customer centric). Selain itu, dengan pengembangan suistainable ports dan persiapan ekspansi regional.

Tidak hanya itu, Pelindo juga akan melakukan penguatan ekosistem logistik melalui peningkatkan kerja sama dengan industri logistik. Lalu melakukan efisiensi supply chain maritim dengan memperluas jaringan pelabuhan, serta meningkatkan nilai perusahaan dengan penguatan struktur keuangan dan pengelolaan aset yang optimal.

“Pelindo ke depannya akan memiliki kontrol dan kendali strategis yang lebih baik. Pengembangan perencanaan akan menjadi lebih holistik untuk jaringan pelabuhan, yang akhirnya akan menurunkan biaya logistik,” pungkas Arif.

Baca juga: Merger Pelindo, Mungkinkah Jadi Sokoguru Ekosistem Logistik Nasional?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.