Kompas.com - 02/09/2021, 14:28 WIB
Salah satu pedagang di Pasar Mardika Ambon tengah melayani warga yang menanyakan cabai rawit merah, Sabtu (10/4/2021) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSalah satu pedagang di Pasar Mardika Ambon tengah melayani warga yang menanyakan cabai rawit merah, Sabtu (10/4/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga saat ini Indonesia masih melakukan impor cabai dari berbagai negara.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang kuartal I/2021, Indonesia mengimpor cabai sebanyak 27.851,98 ton.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan Bambang Sugiharto mengatakan, impor cabai dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri.

Baca juga: Indonesia Langganan Impor Cabai dari Negara Mana Saja?

Namun, dia bilang, cabai yang diimpor adalah dalam bentuk cabai kering dan bukan cabai segar konsumsi.

"Namun bukan jenis cabai segar yang dikonsumsi masyarakat luas," kata Bambang dalam keterangannya dikutip Kompas.com, Kamis (2/9/2021).

Selain itu, Bambang mengatakan, Indonesia tercatat mengekspor aneka cabai dengan nilai 25,18 juta dollar AS pada 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Angka ini telah naik sebesar 69,86 persen jika dibandingkan dengan 2019.

"Bila dibandingkan, volume impor tersebut hanya sekitar 1 persen dari total produksi nasional. Karenanya kami ajak industri nasional serap semua cabai petani lokal kita,” kata Bambang.

Baca juga: Setengah Tahun, 27.851,98 Ton Cabai Impor Masuk ke Indonesia

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Tommy Nugraha mengatakan, pasokan aneka cabai untuk konsumsi di Indonesia berada pada posisi surplus.

Pada Juli 2021, produksi cabai tercatat sebanyak 163.293 ton dengan kebutuhan sebesar 158.855 ton.

“Hingga Juli kita surplus 4.439 ton. kebutuhan masyarakat terhadap aneka cabai masih dapat dipenuhi dari hasil produksi di dalam negeri,” kata Tomy.

Surplus produksi ini, kata Tommy, diantisipasi dengan meminta para pengusaha lokal dan pemerintah daerah untuk menyerap hasil panen.

“Kami sudah memastikan produksi cabai cukup sehingga gejolak harga tinggi tidak terjadi kembali. Maka penguatan intervensi pemerintah di hilir juga harus kuat. Kami mohon para petani kami dibantu agar harga tidak anjlok,” jelas Tommy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.