Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PT GTS Tetapkan Harga IPO Rp 100 Per Saham

Kompas.com - 03/09/2021, 07:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – PT GTS Internasional Tbk (GTSI) emiten pelayaran yang fokus pada pengangkutan gas alam cair (Liquefied Natural Gas - LNG), mulai melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) pada Kamis (2/9/2021).

PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) ditunjuk sebagai Sole Underwiter atau penjamin tunggal pelaksana emisi saham dalam rangka pelaksanaan IPO tersebut.

Adapun periode penawaran umum saham akan berakhir Senin 6 September 2021.

Baca juga: Hari Pertama IPO, Saham HAIS Langsung ARA

Direktur RELI Wilson Sofan mengatakan, jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO GTSI tersebut sebanyak 2,4 miliar saham biasa atas nama atau 15,17 persen dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam GTSI setelah IPO.

Dengan harga penawaran awal sebesar Rp 100 setiap saham, GTSI menargetkan dana yang diperoleh dari IPO ini adalah sebesar Rp 240 miliar.

Wilson menambahkan, harga penawaran pada kisaran P/E 6 kali ini ditetapkan tujuannya agar lebih banyak masyarakat yang dapat ikut serta dalam proses IPO ini dan memiliki saham berfundamental solid pada valuasi harga yang terjangkau.

“Kami mendapatkan respon yang positif dari masyarakat dimana sejak masa Penawaran Awal (book building) tanggal 20 Agustus 2021 hingga saat ini kami mencatat jumlah saham yang dipesan sudah melebihi jumlah yang ditawarkan (oversubscribe) hampir 2 kali,” ungkap Wilson dalam siaran pers, Kamis (3/9/2021).

Baca juga: Disebut-sebut IPO Tahun Depan, Ini Kata Blibli

Adapun total saham IPO dan saham sebelum IPO sejumlah 13,4 miliar saham atau seluruhnya sejumlah 15,81 miliar saham biasa atas nama akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

Wilson mengatakan, Penggunaan dana Penawaran Umum GTSI nantinya sebagian akan digunakan untuk membangun Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) yang dioperasikan oleh PT Anoa Sulawesi Regas (ANOA) sebagai salah satu anak perusahaan yang dikendalikan GTSI dengan kepemilikan 88,22 persen.

Dengan pembangunan FSRU di ANOA diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik di Sulawesi bagian Utara, penggunaan LNG yang dikonversi menjadi gas melalui proses regasifikasi sebagai bahan baku untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan di Sulawesi bagian Utara.

“Diharapkan memberikan penghematan yang cukup signifikan kepada Pemerintah dalam hal ini PLN sebagai penyedia listrik bagi masyarakat khususnya di Sulawesi bagian Utara tersebut. Saat ini sedang dilakukan proses relokasi infrastruktur regasifikasi dari Teluk Amurang ke Gorontalo,” tegas Wilson.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Sumur Migas di Lepas Pantai Karawang Jawa Barat Siap Dioperasikan

Whats New
Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Pemkab Lamongan Salurkan BPJS Ketenagakerjaan kepada 8.000 Nelayan

Whats New
Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka 'Energizer' Ekspor dan Impor

Mentan SYL: Badan Karantina Pertanian Bukan Penjaga Pintu, Mereka "Energizer" Ekspor dan Impor

Rilis
Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Hampir Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Beroperasi Juli 2023

Whats New
Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Ramai Belanja Pakai Voucher Dibatalkan Otomatis, Ini Penjelasan Tokopedia

Whats New
Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Komisi IV DPR RI Sidak Pabrik Arang di Batam yang Bahan Bakunya dari Mangrove

Whats New
Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Anak Buah Luhut Tak Setuju soal Food Estate Humbahas Dianggap Gagal

Whats New
Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Harga Tiket Kereta Api Dikeluhkan Mahal, KAI: Harganya Bersifat Fluktuatif, Menyesuaikan Permintaan Pelanggan

Whats New
Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Food Estate Humbahas Dinilai Belum Optimal, Kementan: Bukan Lahan Tidak Subur, Tapi Butuh Perlakuan Khusus

Whats New
BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

BUMN Indofarma Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1, Simak Kualifikasinya

Whats New
DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

DPR RI Nilai Pengembangan Food Estate Humbahas Belum Optimal

Whats New
Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Catat, Pengangguran, Korban PHK hingga Pekerja Bisa Ikut Program Kartu Prakerja

Work Smart
Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Viral Video Petani Buang-buang Tomat, Kementan: Itu Bukan Petani, Tapi Pedagang

Whats New
Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Antisipasi Ancaman Krisis pada 2023, Sri Mulyani Pastikan Dukungan Fasilitas dan Insentif untuk Pelaku Usaha

Whats New
Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Membaca Arah Kebijakan Kendaraan Listrik

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+