Penutupan Sesi I Perdagangan, IHSG dan Rupiah Menguat Tipis

Kompas.com - 03/09/2021, 12:59 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada penutupan sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada Jumat (3/9/2021). Demikian juga dengan mata uang garuda di pasar spot yang naik terbatas.

Melansir RTI, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berada pada posisi 6.086,57 atau naik 0,14 persen (8,34 poin) dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.078,22. Aksi jual bersih asing tercatat Rp 26,03 miliar di seluruh pasar.

Sementara itu, terdapat 221 saham yang hijau, 247 saham merah dan 164 saham lainya stagnan. Jumlah transaksi siang ini mencapai Rp 5,4 triliun dengan volume 11,9 miliar saham.

Baca juga: IHSG Diproyeksi Menguat di Akhir Pekan, Cek Rekomendasi Sahamnya

Siang ini, saham BBRI catatkan aksi jual tertinggi Rp 95,6 miliar dan ditutup melemah 0,26 persen di level Rp 3.860 per saham. Adapun volume perdagangan saham emiten tersebut mencapai 64,1 juta saham dengan total transaksi Rp 245,8 miliar.

Net sell asing tertinggi juga dicatatkan oleh Perusahaan Gas Negara (PGAS) sebesar Rp 23,4 miliar. PGAS pada sesi I stagnan di level Rp 1.030 per saham. PGAS mecatatkan total transaksi Rp 55,9 miliar dengan volume 54,5 juta saham.

Menyusul Bank Central Asia (BBCA) yang juga catatkan aksi jual bersih tertinggi selanjutnya, sebesar Rp 13,9 miliar. BBCA menguat tipis 0,08 persen di level Rp 32.725 per saham. Total transaksi BBCA siang ini mencapai Rp 80,3 miliar dengan volume 2,5 juta saham.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aksi beli bersih tertinggi siang ini antara lain Telkom Indonesia (TLKM) sebesar Rp 42 miliar, Bukit Asam (PTBA) sebesar Rp 40,67,5 miliar, dan Indah United Tractors (UNTR) sebesar Rp 39,4 miliar.

Losers siang ini antara lain, Bank Neo Commerce (BBYB) yang anjlok 4,15 persen di level Rp 1.500 per saham, Bank Danamon (BDMN) juga terperosok 3,5 persen di level Rp 2,690 per saham, dan Bundamedik (BMHS) di level Rp 1.110 per saham atau terkoreksi 3,06 persen.

Baca juga: Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Gainers siang ini antara lain, saham Berkah Beton Sadaya (BEBS) yang meroket 13,57 persen di level Rp 1.255 per saham, kemudian Indika Energy (INDY) yang melesat 4,4 persen di level Rp 1.410 per saham, dan Adaro Energy (ADRO) yang menguat 2,27 persen di level Rp 1.350 per saham.

Bursa asia siang ini mayoritas negatif dengan penurunan indeks Hang Seng Hong Kong 0,75 persen, Strait Times Singapura 0,25 persen, dan Shanghai Komposit 0,36 persen. Sementara indeks Nikkei menguat 2,02 persen.

Berdasarkan Bloomberg, rupiah pada tengah siang ini bergerak negatif. Pukul 12.01 WIB mata uang garuda melemah di level Rp 14.265 per dollar AS atau menguat 8 poin (0,05 persen) dibanding sebelumnya Rp 14.273 per dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.