Tower Bersama Bukukan Laba Rp 663,26 Miliar di Semester I-2021

Kompas.com - 03/09/2021, 16:32 WIB
Ilustrasi BTS KOMPAS.com/Bill ClintenIlustrasi BTS

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 663,26 miliar pada semester I tahun 2021. Pencapaian itu tumbuh 30 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 510,48 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan interim selama semester I-2021, TBIG mencatat pendapatan 2,97 triliun atau tubuh 15,5 persen dibanding tahun lalu Rp 2,57 triliun.

Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG mengatakan, penambahan menara PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) telah menyebabkan penurunan rasio kolokasi perseroan dari 1,98 kali di kuartal pertama menjadi 1,89x di akhir kuartal kedua.

Baca juga: Bukit Asam Kantongi Laba Bersih Rp 1,8 Triliun di Semester I-2021

 

"Seiring dengan pelanggan telekomunikasi kami terus memperkuat dan memperluas jaringan mereka, kami memperkirakan adanya peningkatan permintaan untuk kolokasi," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/9/2021).

Per 30 Juni 2021, TBIG memiliki 37.232 penyewaan dan 19.709 sites telekomunikasi per 30. Sites telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 19.598 menara telekomunikasi dan 111 jaringan DAS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan angka total penyewaan pada Menara telekomunikasi sebanyak 37.121, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,89x.

“Pembelian 3.000 menara dari IBST telah diselesaikan di awal April. Pertambahan pendapatan dan EBITDA dari akuisisi ini telah digabungkan di dalam laporan keuangan kuartal kedua. Di semester I-2021, kami telah menambahkan 3.465 sites telekomunikasi dan 2.180 kolokasi ke dalam portofolio kami,” ujar Hardi dalam siaran pers, Jumat (3/9/2021).

Helmy Yusman Santoso, CFO TBIG mengatakan, ratio pinjaman bersih terhadap EBITDA kuartal terakhir yang disetahunkan meningkat dari 4,4x menjadi 4,8x pada kuartal kedua tahun 2021. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh penyelesaian akuisisi 3.000 menara IBST.

Baca juga: Mind ID Kantongi Laba Bersih Rp 4,7 Triliun di Semester I 2021

“Berbagai debt refinancing yang kami lakukan selama semester pertama tahun 2021 telah memperpanjang profil jatuh tempo utang kami dan mengurangi biaya pembiayaan all-in kami. Kami terus melakukan lindung nilai atas utang kami dengan lindung nilai yang sesuai dengan jatuh tempo utang,” kata Helmy.

Helmy bilang, per 30 Juni 2021, total pinjaman kotor (gross debt) Perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang dollar AS yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp 26,8 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp 11,4 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.