Satgas Waspada Investasi: Sebenarnya Tujuan Pinjol Sangat Mulia, tetapi...

Kompas.com - 03/09/2021, 16:49 WIB
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing di Kantor OJK, Jalarta, Rabu (12/12/2018) Kompas.com/YOGA SUKMANAKetua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing di Kantor OJK, Jalarta, Rabu (12/12/2018)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK Tongam Lumban Tobing mengatakan, kehadiran pinjaman online (pinjol) bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama bagi masyarakat yang kesulitan mengakses pembiayaan dari perbankan.

Hanya saja kata Tongam, banyak oknum yang menyalahgunakan pinjol. Hal ini membuat banyak masyarakat justru merasa dirugikan.

"Sebenarnya tujuan pinjol ini sangat mulia yaitu untuk memberikan atau menjembatani pendanaan masyarakat yang tidak bisa diberikan oleh sektor keuangan formal, seperti kalau ke bank, tidak bisa karena unbankable, mau ke pegadaian tidak bisa juga lantaran tidak ada yang digadaikan. Hanya saja (pinjol) disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk berbuat kejahatan," ujarnya saat diskusi webinar Keberadaan Pinjol yang disiarkan secara virtual, Jumat (3/9/2021).

Baca juga: Waspada Pinjol Ilegal Berkedok Koperasi, Begini Cara Mengeceknya

Tongam menyebutkan, hingga saat ini, tercatat ada sebanyak 3.365 entitas ilegal atau pinjol ilegal yang tersebar di Tanah Air.

Pinjol ilegal tersebut kata Tongam, sangat mengerikan dan tidak manusiawi. Sebab ditemukan banyak praktik penipuan yang dilakukan.

"Misalnya, suku bunganya sangat tinggi. Yang kita pinjam 1 juta tapi yang ditransfer hanya Rp 600.000, bunganya yang awalnya perjanjian 1 persen per hari menjadi 3 persen, ini kejahatan, ini penipuan," kata Tongam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun kata dia, hal yang paling mengerikannya kayaitu para perusahaan pinjol ilegal tersebut meminta para peminjam untuk mengizinkan datanya diakses, termasuk data kontak.

"Ini yang jadi malapetakanya. Makanya ini yang seharusnya dihindari. Jangan sampai pernah mau datanya diakses," ungkap Tongam.

Baca juga: Macam-macam Modus Pinjol Ilegal, Langsung Transfer ke Korban hingga Pakai Nama Fintech Legal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.