Kompas.com - 03/09/2021, 20:27 WIB
Ilustrasi emas. SHUTTERSTOCKIlustrasi emas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga emas spot per 3 September 2021, pukul 18.55 WIB berada di angka 1.815 dollar AS per ons troi. Angka ini kembali naik, setelah sebelumnya berada di kisaran 1.700 dollar AS di bulan lalu.

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf menilai, prospek harga emas masih akan cerah ke depannya, karena masih berperan sebagai safe haven di tengah ketidakpastian akibat Covid-19.

Akan tetapi, ia menilai, kalau harga emas tidak akan bisa melampaui harga tertingginya pada tahun 2020.

Baca juga: 5 Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Investasi Emas Digital

 

“Kondisi ekonomi global yang membaik, yang kemudian diikuti oleh kebijakan bank sentral yang mulai mengurangi kebijakan akomodatif-nya, akan mengurangi pamor emas sebagai investasi alternatif,” jelas Alwi kepada Kontan, Jumat (3/9/2021).

Sentimen dari kebijakan The Fed, yang akan mengurangi program pembelian asetnya sebesar 120 miliar dollar AS per bulannya, juga dinilai Alwi akan mengangkat nilai tukar dolar AS, karena yield obligasi AS yang diperkirakan akan mengalami kenaikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca Juga: Harga minyak ditutup naik 2 persen di tengah harapan pemulihan ekonomi dan pelemahan dolar

Ia menaksir, ketika dolar menguat, maka harga emas akan menjadi mahal bagi pemegang mata uang non-dolar. Selain itu, menurutnya kenaikan imbal hasil obligasi AS bisa menyebabkan investor keluar dari emas, yang notabene merupakan aset yang tidak memiliki imbal hasil.

Baca juga: Kapan Waktu Tepat untuk Investasi Emas?

“Belum lagi jika dot plot The Fed menunjukkan akan adanya kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan. Hal ini tentunya akan menjadi sentimen pemberat buat emas,” imbuh Alwi.

Alwi melihat, sejak menyentuh level tertingginya di angka US$ 2.074 per ons troi di tahun lalu, harga emas sudah turun sebanyak 12 persen, tetapi angka tersebut belum mencapai sekitar 50 persen dari kenaikan 79 persen, ketika emas reli dari level 1.160 dollar AS di Agustus 2018, ke harga tertingginya. (Achmad Jatnika)

 

Berita ini tekah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Harga emas masih diprediksi masih bakal tertekan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.