Ada Kemungkinan Pandemi Setelah Covid-19, AS Siapkan Anggaran Rp 923 Triliun

Kompas.com - 04/09/2021, 18:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden saat menghadiri rapat penanganan dampak Badai Ida di St John Parish Emergency Operations Center, LaPlace, negara bagian Louisiana, Jumat (3/9/2021). AP PHOTO/EVAN VUCCIPresiden Amerika Serikat Joe Biden saat menghadiri rapat penanganan dampak Badai Ida di St John Parish Emergency Operations Center, LaPlace, negara bagian Louisiana, Jumat (3/9/2021).
Penulis Mutia Fauzia
|


WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintahan Presiden Joe Biden menyiapkan anggaran senilai 65 miliar dollar AS atau sekitar Rp 923 triliun (kurs Rp 14.200) untuk memerangi ancaman biologis lain setelah pandemi Covid-19.

Dilansir dari CNBC, Sabtu (4/9/2021), Penasihat Sains Gedung Putih Eric Lander dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (3/9/2021) waktu setempat mengatakan, pemerintah Amerika Serikat harus menyiapkan diri atas beragam ancaman yang mungkin terjadi.

Ia juga mengatakan, pandemi berikutnya akan berbeda dengan Covid-19 yang terjadi saat ini.

Baca juga: Joe Biden Godok Rencana Permanenkan Pemberian Tunjangan Anak

Di dalam dokumen yang dirilis oleh pemerintah disebutkan, pemerintah tengah menyiapkan investasi senilai miliaran dollar AS dalam beberapa dekade ke depan untuk meningkatkan kualitas vaksin sekaligus pelayanan terapi serta infrastruktur kesehatan Negeri Paman Sam.

Selain itu, investasi tersebut juga akan digunakan untuk memperkuat kapasitas nasional serta meningkatkan perangkat perlindungan yang bisa digunakan untuk melawan beragam jenis patogen.

Pemerintah menyebut, rencana Presiden Joe Biden tersebut terdiri atas lima pilar, yang masing-masing ditujukan pada bagian sistem kesehatan publlik yang berbeda.

Di awal, anggaran diusulkan sebesar 15 miliar dollar AS hingga 20 miliar dollar AS.

Baca juga: Disahkan Joe Biden, AS Gelontorkan Rp 26.600 Triliun Stimulus Covid-19

Anggaran tersebut akan digunakan untuk menjalankan misi baru di Kementerian Kesehatan dan Layanan kemanusiaan yang akan diawasi secara ketat oleh Kongres.

Lander pun mengatakan, pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi telah mengungkapkan beragam isu fundamental di dalam sistem kesehatan masyarakat di Amerika, termasuk di dalamnya pendanaan yang tidak memadai serta kurangnya koordinasi antara pemerintah, negara bagian, serta pemerintah daerah.

Selain itu, Lander juga menekankan dampak pandemi Covid-19 yang telah menebabkan 643.776 kematian di Amerika Serikat.

Di sisi lain, masih banyak penyintas Covid-19 yang harus hidup dengan efek jangka panjang dari virus tersebut.

"Kami membutuhkan kemampuan yang lebih baik ... karena ada kemungkinan yang masuk akal bahwa pandemi serius lainnya, yang bisa lebih buruk daripada Covid-19, akan segera terjadi, bahkan mungkin dalam dekade berikutnya," ujar dia.

Baca juga: Airlangga Bertemu Pengusaha AS Bahas Potensi Kerja Sama Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Whats New
Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Whats New
Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Whats New
IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.600, AMRT, INDY, dan EMTK Pimpin Kenaikan

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.600, AMRT, INDY, dan EMTK Pimpin Kenaikan

Whats New
PLN Punya Utang Rp 430 Triliun

PLN Punya Utang Rp 430 Triliun

Whats New
IKN Pindah, Aset Negara di Jakarta Senilai Rp 300 Triliun akan Disewakan

IKN Pindah, Aset Negara di Jakarta Senilai Rp 300 Triliun akan Disewakan

Whats New
Lagi Jadi Tren, Ini 6 Keuntungan Memakai Rekening Online

Lagi Jadi Tren, Ini 6 Keuntungan Memakai Rekening Online

Spend Smart
Jubir Luhut: Kewarganegaraan Berubah, Ekstradisi Buronan RI di Singapura Tetap Jalan

Jubir Luhut: Kewarganegaraan Berubah, Ekstradisi Buronan RI di Singapura Tetap Jalan

Whats New
Setelah Digital Banking, Siap-siap Metaverse Banking

Setelah Digital Banking, Siap-siap Metaverse Banking

Whats New
Satgas BLBI Akui Ada Aset Pengemplang yang Balik Lagi ke Pemilik Lama

Satgas BLBI Akui Ada Aset Pengemplang yang Balik Lagi ke Pemilik Lama

Whats New
Ada Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Makin Mudah Kejar Pengemplang BLBI?

Ada Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Makin Mudah Kejar Pengemplang BLBI?

Whats New
BNI Bakal Sulap Bank Mayora Jadi Bank Digital UMKM

BNI Bakal Sulap Bank Mayora Jadi Bank Digital UMKM

Whats New
Kesepakatan FIR RI-Singapura Dipertanyakan, Ini Kata Jubir Luhut

Kesepakatan FIR RI-Singapura Dipertanyakan, Ini Kata Jubir Luhut

Whats New
Soal Kesepakatan FIR dengan Singapura, Apa Saja Manfaatnya bagi Indonesia?

Soal Kesepakatan FIR dengan Singapura, Apa Saja Manfaatnya bagi Indonesia?

Whats New
Selain Gaji Pokok, Ini Tunjangan Lurah dan Camat di Jakarta Per Bulan

Selain Gaji Pokok, Ini Tunjangan Lurah dan Camat di Jakarta Per Bulan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.