Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Punya Sistem Irigasi, Petani di Tabanan Tidak Takut Gagal Panen Akibat Kemarau

Kompas.com - 04/09/2021, 20:10 WIB
Tim Konten,
Sheila Respati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Keberadaan irigasi pertanian mulai dirasakan manfaatkan oleh petani. Misalnya saja, para petani di Tabanan, Bali, yang kini tidak lagi khawatir gagal panen akibat musim kemarau. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa irigasi pertanian dapat menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian.

"Air merupakan kebutuhan mendasar yang kebaradaannya tak bisa dihindarkan. Air amat penting bagi petani dalam mengembangkan budidaya pertanian mereka," kata Syahrul dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/9/2021).

Sistem irigasi, kata Syahrul, dapat dikembangkan melalui sumber air permukaan atau diperoleh dari air hujan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil menambahkan, irigasi akan memasok air sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga di musim kemarau.

Baca juga: Antisipasi Perubahan Iklim, Kementan Berupaya Optimalkan Irigasi Pertanian

"Irigasi merupakan program strategis dalam konteks pengairan lahan. Sistem irigasi harus berjalan baik karena pertanian tak boleh terganggu oleh faktor apapun," tutur Ali.

Di samping produktivitas petani, Ali menyebut, ketersediaan air yang cukup akan mendorong indeks pertanaman (IP) petani. Dengan demikian, kesejahteraan petani ikut meningkat.

Ali menerangkan, irigasi merupakan juga bisa konsep pengaturan air (water management). Irigasi memberikan pasokan air yang stabil untuk lahan sawah sehingga perkembangan budidaya padi petani berjalan dengan baik.

"Kita harapkan irigasi bisa dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan pendapatan petani," ujarnya.

Sementara, Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan Rahmanto mengungkapkan, irigasi pertanian diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para petani. Tidak hanya untuk sektor tanaman pangan, tetapi juga untuk sektor hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

Baca juga: Konstruksi Sistem Irigasi dan Jalan Akses Food Estate Humbahas Berlanjut

"Air adalah faktor teknis bagi terungkitnya produktivitas pertanian. Pada akhirnya, kesejahteraan petani juga meningkat," ujar Rahmanto.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com