Pesawat Balik ke Parkiran, Batik Air Rute Medan-Jakarta Telat 1,5 Jam

Kompas.com - 05/09/2021, 13:46 WIB
Ilustrasi pesawat dari maskapai penerbangan Batik Air landing di Bandara Soekarno-Hatta, (1/3/2020). SHUTTERSTOCK/LEONY EKA PRAKASAIlustrasi pesawat dari maskapai penerbangan Batik Air landing di Bandara Soekarno-Hatta, (1/3/2020).


JAKARTA, KOMPAS.com – Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-7010 harus putar balik ke parkiran sesaat sebelum lepas landas di Bandara Kualanamu Medan di Deli Serdang, Minggu (5/9/2021).

Batik Air ID-7010 sedianya dijadwalkan melayani penerbangan dengan rute Medan-Jakarta, melalui Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO) tujuan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma (HLP).

Alhasil, pesawat yang dijadwalkan berangkat pada pukul 09.00 WIB harus mengalami penundaan atau keterlambatan keberangkatan.

Baca juga: Batik Air Rute Banda Aceh-Jakarta Mendarat Darurat di Kualanamu Medan

Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro menegaskan bahwa operasional penerbangan tersebut dilaksanakan sesuai prosedur (SOP).

“Batik Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tamu yang terganggu perjalanannya atas ketidaknyamanan yang timbul dari penerbangan ID-7010,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (5/9/2021).

Penerbangan Batik Air ID-7010 dioperasikan menggunakan Airbus 320-200CEO registrasi PK-LUZ, dengan jumlah 138 penumpang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadwal keberangkatan Batik Air rute Medan-Jakarta dari Bandara Internasional Kualanamu seharusnya pukul 09.00 WIB dan diperkirakan tiba di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma pada 11.20 WIB.

Kronologi Batik Air putar balik ke parkiran

Danang menegaskan bahwa sesuai standar operasional prosedur, pengecekan pesawat sebelum keberangkatan (pre flgiht check) tetap dijalanan secara menyeluruh oleh awak kokpit (pilot) dan teknisi.

Baca juga: Nasib Penumpang Batik Air Usai Pesawat Mendarat Darurat di Kualanamu

Hasil pengecekan pada pesawat sebenarnya sudah dinyatakan laik terbang dan aman untuk dioperasikan (airworthiness for flight).

“Seluruh proses penanganan di darat selesai, pesawat didorong mundur. Posisi pesawat masih di landas parkir (apron) dan bersiap menuju landas gelinding/hubung (taxiway) dengan kecepatan masih rendah,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.