Ke Jepang, Menhub Nego Proyek MRT Fase 2 agar Tak Kemahalan

Kompas.com - 05/09/2021, 15:53 WIB
Pekerja menyelesaikan pekerjaan proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A di Stasiun MRT Monas, Jakarta Pusat, Senin (31/5/2021). Pembangunan MRT Jakarta fase 2A dari Bundaran HI sampai Harmoni sudah mencapai 16,5 persen per hari ini, Senin (31/5/2021). Pengeboran jalur MRT tersebut ditargetkan akan dilakukan pada awal tahun 2022 mendatang. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja menyelesaikan pekerjaan proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A di Stasiun MRT Monas, Jakarta Pusat, Senin (31/5/2021). Pembangunan MRT Jakarta fase 2A dari Bundaran HI sampai Harmoni sudah mencapai 16,5 persen per hari ini, Senin (31/5/2021). Pengeboran jalur MRT tersebut ditargetkan akan dilakukan pada awal tahun 2022 mendatang.


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bertolak ke Jepang untuk melakukan sejumlah pertemuan terkait beberapa kelanjutan proyek infrastuktur di Indonesia, termasuk MRT Jakarta.

Pada proyek MRT Fase 2, masih ada permasalahan pada harga penawaran yang terlalu tinggi dari kontraktor Jepang.

Untuk itu, Budi Karya meminta pihak Jepang untuk melakukan penyesuaian harga dengan nilai yang adil dan wajar agar pembangunan fisik segera dapat dilanjutkan.

Baca juga: PT KAI Sebut RI Belum Bayar Modal Awal Proyek Kereta Cepat Rp 4,3 Triliun ke China

“Saya berharap kedatangan saya ke Jepang dapat membawa hasil baik, bermanfaat dan khususnya dapat mengatasi beberapa kendala yang terjadi, mendorong proses sekaligus percepatan pembangunan proyek infrastruktur transportasi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (5/9/2021).

Dalam lawatan kali ini, Budi Karya mendarat di Tokyo pada Minggu (5/9/2021) disambut oleh Dubes Jepang. Kunjungan kerja akan berlangsung hingga Rabu (8/9/2021) mendatang.

Sederet proyek yang dibahas Menhub di Jepang

Selain MRT Jakarta Fase 2, Budi Karya juga bermaksud membahas sejumlah proyek pembangunan infrastuktur lain yang dikerjasamakan kedua negara yakni KA Makassar-Parepare, Pelabuhan Patimban, dan Proving Ground BPLJSKB Bekasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami ingin melakukan pertemuan Government to Government (G to G) dengan Pemerintah Jepang sehingga akan lebih memuluskan dan mempercepat kerja sama Government to Business (G to B) maupun Business to Business (B to B) dalam empat proyek pembangunan infrastruktur transportasi yang di kerjasamakan oleh kedua negara,” katanya.

Baca juga: Ini Penjelasan KCIC soal Keterlambatan Setoran Modal Proyek Kereta Cepat

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur nasional termasuk transportasi, dia menginginkan proyek kerja sama kedua negara ini dapat terus dipercepat dan berjalan sesuai dengan rencana.

Ia berharap, Pemerintah Jepang dapat ikut mendorong perusahaan dan konsorsium Jepang yang berpartisipasi dalam proyek untuk lebih serius berkomitmen dalam menyelesaikan pembangunan proyek sesuai yang diharapkan.

Selain itu, ia juga mendorong Pemerintah Jepang untuk mengajak lebih banyak lagi perusahaan asal Jepang untuk mengikuti proses tender beberapa proyek pembangunan infrastuktur transportasi di Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.