Jelang PON, Menko Airlangga Minta Pemda di Papua Turunkan Kasus Covid-19

Kompas.com - 05/09/2021, 20:38 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan peresmian vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis Dok YouTube PP POGIMenteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan peresmian vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak seluruh kepala daerah di seluruh Provinsi Papua untuk terus berupaya secara total menurunkan jumlah kasus aktif Covid-19.

Ia bilang, semua pihak harus bekerja sama mengingat penyelenggaraan PON XX tinggal beberapa hari lagi.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, saya harus meng-update kondisi terakhir penanganan Covid-19 dan kesiapan PON di Papua, baik dari sisi dukungan pemerintah pusat, provinsi, sampai ke kabupaten/kota, terutama 5 kabupaten/kota yang terkait langsung dengan penyelenggaraan PON," kata Airlangga dalam keterangan resminya, Minggu (5/9/2021).

"Yaitu Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Keerom sebagai penyangga. Saya titip ke jajaran Forkompimda, supaya tingkat kasus ini bisa diturunkan dalam 1-2 minggu ke depan,” kata dia lagi.

Baca juga: Buat Fresh Graduate, Ini 5 Tips Negosiasi Gaji yang Perlu Kamu Tahu

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini memaparkan kasus aktif di Provinsi Papua (per 3 Sept 2021) masih mencapai 12.378 kasus atau masih meningkat 6,80 persen dibandingkan per 9 Agustus lalu.

Kondisi ini menjadikan provinsi ini memiliki jumlah kasus aktif terbesar kedua (di luar Jawa Bali) di bawah Provinsi Sumatera Utara yang sebanyak 19.422 kasus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Khusus Provinsi Papua, per 3 September 2021, jumlah kasus aktif kumulatif dari tahun lalu adalah 32.568 kasus (share nasional 0,79 persen), sedangkan kasus aktif seminggu terakhir adalah 12.378 kasus (38 persen). Kalau untuk persentase kumulatif dari awal pandemi sampai 3 September 2021, tingkat kesembuhan 19.832 kasus (60,9 persen), dan tingkat kematian 358 kasus (1,10 persen)," paparnya.

Jika dilihat dari zonasi risiko, Provinsi Papua termasuk dalam zonasi risiko sedang (zona oranye). Terdapat 15 kabupaten/kota dengan risiko rendah (zona hijau), 14 kabupaten/kota dengan risiko sedang (zona oranye).

Baca juga: Cara Cek Resi Kantor Pos Indonesia Online, Cukup dari Handphone

Sementara, BOR Provinsi Papua yaitu 36 persen, di atas BOR Nasional (22 persen). Sejumlah kabupaten/kota BOR masih berada di atas 50 persen, terutama di Lanny Jaya dan Mappi (100 persen), Mimika, Tolikara, Boven Digul, Jayawijaya (lebih dari 50 persen).

"Positivity rate yang masih cukup tinggi, terutama di Kabupaten Supiori (60 persen), Mamberamo Tengah (33,3 persen), sehingga jumlah testing masih harus ditingkatkan. Capaian testing yang cukup tinggi di hanya di Kab. Boven Digoel dan Kota Jayapura yang sudah lebih dari 80 persen," jelas Airlangga.

Sementara itu, untuk capaian vaksinasi per 2 September 2021, penyuntikan Dosis-1 di Papua sebesar 18,03 persen (masih di bawah capaian nasional 31,32 persen). Airlangga meminta Kepala Daerah kembali menggenjot angka vaksinasi.

“Untuk 5 Kab/Kota yang terkait penyelenggaraan PON, minimal sudah harus 70 persen dosis-1 sebelum PON dimulai, dan Dosis-2 akan segera kita kejar. Arahan Bapak Presiden, penonton yang belum vaksin tidak boleh masuk mengikuti PON. Karena itu masyarakat harus siap untuk divaksin segera,” ujarnya.

Baca juga: Cara Membeli Materai Rp 10.000 di Kantor Pos via Online

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyampaikan update kondisi perekonomian Provinsi Papua. Airlangga menyampaikan berdasarkan data BPS laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua pada Kuartal II-2021 yakni 13,14 persen (YoY).

Sektor yang tumbuh positif dan cukup tinggi pertumbuhannya adalah sektor Pertambangan dan Penggalian (34,44 persen), disusul sektor Transportasi dan Pergudangan (14,82 persen), serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (6,71 persen).

"Pertumbuhan yang cukup tinggi tersebut harus terus dijaga, karena itu pemerintah pusat menggencarkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Papua. Sejak Januari sampai 2 September 2021, penyaluran KUR di provinsi ini telah mencapai Rp 1,40 triliun, dan diberikan kepada 31.097 orang debitur," katanya.

Porsi penyaluran KUR di Provinsi Papua selama 2021, jika dilihat per sektor, jumlah terbesar disalurkan untuk sektor perdagangan (52,14 persen), disusul sektor jasa-jasa (23,56 persen), dan sektor pertanian, perburuan dan kehutanan (16,78 persen).

Baca juga: 6 Kelompok Dokumen yang Wajib Menggunakan Materai Rp 10.000

“Tiga sektor ini harus terus didorong, penerima KUR-nya sudah jauh lebih tinggi dari yang lalu,” imbuhnya.

Kemudian, realisasi total belanja earmarked DAU/DBH (agregat se-provinsi) Papua sebesar 14,69 persen, dan untuk realisasi anggaran insentif nakes sebesar 16,70 persen serta dukungan vaksinasi sebesar 8,62 persen.

“Hal ini perlu menjadi perhatian masing-masing Pemda. Kami berharap dalam 4 bulan tersisa di tahun 2021 ini, anggaran bisa terserap lebih tinggi,” ungkap Airlangga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.