Kompas.com - 06/09/2021, 15:19 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir ketika menyamar menjadi pegawai farmasi Apotek Kimia Farma  dan melayani pembeli di Ruko Depok Maharaja, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (4/9/2021). Dokumentasi Humas Kementerian BUMNMenteri BUMN Erick Thohir ketika menyamar menjadi pegawai farmasi Apotek Kimia Farma dan melayani pembeli di Ruko Depok Maharaja, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (4/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, perusahaan-perusahaan pelat merah harus berkolaborasi dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal itu dinilai penting sehingga BUMN bisa menjalankan perannya sebagai katalisator dan mitra UMKM.

Menurut Erick, kolaborasi antara BUMN dan UMKM di masa pandemi Covid-19 menjadi hal yang sangat penting, bukan hanya sekadar bertahan namun untuk membangun ekosistem bersama. Ia bilang, BUMN perlu memahami bahwa UMKM bukanlah saingan.

"Kolaboorasi ini harus diperkuat dengan pemahaman pada diri BUMN, bahwa UMKM bukanlah saingan. Justru kita bersama-sama membangun ekosistem yang sehat agar bisa berkembang dan membesarkan ekosistem ini," ujarnya dalam acara PaDI UMKM Indonesia Virtual Expo Batch 2 di Jakarta, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Menko Airlangga: Tak Perlu Pilih-pilih, Semua Vaksin Berkhasiat Melindungi

Erick mengatakan, dengan kolaborasi maka BUMN bisa meningkatkan pertumbuhan bisnisnya, demikian pula yang akan terjadi pada pemasukan UMKM. Menurutnya, hal ini penting untuk membangun keseimbangan dan pemerataan ekonomi.

"Jadi memastikan ekonomi kelas bawah naik kelas, agar jangan sampai yang miskin semakin miskin sementara yang kaya semakin kaya," kata dia.

"Jika BUMN bisa mencapai profit, UMKM dan rakyat jangan menjadi pailit. Mereka juga harus ikut untung setelah kemudian naik kelas menjadi sejahtera," lanjut Erick.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh sebab itu kata Erick, untuk mewujudkan kolaborasi antara BUMN dan UMKM, diselenggarakan pameran Pasar Digital (PaDI) UMKM yang kini memasuki batch kedua, setelah batch pertama berlangsung pada Februari 2021.

Lewat acara ini diharapkan UMKM bisa naik kelas karena membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, sehingga ada perbaikan harga dan lebih berdaya saing. Selain itu, membuka peluang untuk UMKM bermitra dengan BUMN.

"Saya optimis ajang pameran produk UMKM virtual batch dua yang diikuti UMKM binaan mitra, pengampu non BUMN yang bergabung di pasar digital UMKM ini, menjadi salah satu jalan agar mereka bisa naik kelas," ungkapnya.

Baca juga: Tahun Depan Diproduksi, Vaksin Merah Putih Gratis atau Bayar? Ini Kata Erick Thohir

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.