Kompas.com - 06/09/2021, 20:40 WIB
Ilustrasi QR Code Getty Images/iStockphotoIlustrasi QR Code

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelan tapi pasti, target Bank Indonesia (BI) untuk menggandeng 12 juta merchant di penghujung 2021 bakal tercapai.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengatakan, saat ini sudah terdapat 9,4 juta merchant mengimplementasikan QRIS.

Padahal pada semester I-2021 lalu, baru ada 8,7 juta merchant yang tergabung pada inisiatif bank sentral ini. Adapun nilai transaksi QRIS ikut melesat 366 persen yoy menjadi Rp 5,6 triliun per Juni 2021.

Baca juga: BI Luncurkan SNAP dan QRIS Antar Negara, Ini Manfaatnya

 

Ia bilang ada potensi bagi pelaku UKM Indonesia menuju pangsa pasar global yang cukup tinggi seiring dengan implementasi ini.

“Pertumbuhan transaksi digital dari tahun 2019-2020 bahkan di saat pandemi, bukan hanya itu adanya pemain-pemain baru seperti e-commerce, uang elektronik, dan QRIS yang bertumbuh pesat penggunaannya. Pemain besar jika ingin transformasi juga harus memulai digitalisasi supaya tidak left behind,” tutur Filianingsih secara virtual, Senin (6/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menambahkan, transaksi digital banking terus tumbuh di kuartal II-2021, sekitar 57 persen yoy. Demikian juga dengan uang elektronik yang meningkat sekitar 48% yoy pada Juni 2021.

Widjayanto Djanudin, Chief Operation Officer LinkAja menegaskan pentingnya digitalisasi bagi kelangsungan dan perluasan bisnis UMKM di Indonesia disinyalir dari banyak sekali keuntungan dalam pelaksanaan digitalisasi.

Saat ini LinkAja fokus ke segmen menengah dan UMKM, kota-kota tier 2 dan 3. LinkAja juga telah mengoperasikan LinkAja Syariah dalam mendukung ekonomi syariah di Indonesia.

“Saat ini, terdapat 13,7 juta UMKM telah menggunakan platform digital. Tantangan yang saat ini sedang dihadapi UMKM Indonesia saat ini diindikasi adanya keterbatasan akses terhadap informasi, layanan keuangan, peluang usaha baru, dan terhadap permodalan dimana solusi digital harus mampu memberikan manfaat dari keterbatasan yang ada,” tegas Widjayanto.

Adapun, Teddy Sis Herdianto, Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Artajasa bilang perusahaan mendukung digitalisasi secara aman dan pentingnya kelihaian dan keamanan dalam digitalisasi untuk kelompok menengah dan UMKM untuk menunjang perluasan pasar dari nasional ke global.

Baca juga: Transaksi di Rest Area Cipali-Palikanci Bisa Pakai QRIS Lewat BSI Mobile

Ia sepakat keamanan transaksi digital harus terus dikembangkan untuk membangun customer trust sehingga angka kepercayaan pelanggan terhadap layanan finansial digital kian meninggi.

Teddy merekomendasikan para UKM dan pelaku usaha untuk mampu untuk mengoperasikan ekosistem UMKM secara aman dan terlindung dari ancaman cyber yang diatur dalam UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Peraturan BI No. 22/20/PBI/2020, di mana segala bentuk kegiatan digitalisasi dilindungi oleh kepastian hukum, perlindungan data, aset konsumen, edukasi, dan literasi.

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Makin bertambah, BI catat 9,4 juta merchant implementasikan QRIS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.