Kompas.com - 06/09/2021, 20:55 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat menemui wartawan usai memantau pelaksanaan vaksinasi di Gedung Setda Kabupaten Sleman. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat menemui wartawan usai memantau pelaksanaan vaksinasi di Gedung Setda Kabupaten Sleman.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, hasil evaluasi penerapan PPKM Jawa-Bali per 5 September 2021 menunjukkan kasus Covid-19 terus mengalami penurunan. Namun, hal itu tak perlu direspons dengan euforia perayaan.

Ia menjelaskan, perbaikan ditandai dengan semakin sedikitnya kabupaten/kota yang berada di level 4 yakni hanya tinggal 11 daerah dari sebelumnya sebanyak 25 daerah. Begitu pula dengan kabupaten/kota yang masuk ke level 2, ada sebanyak 43 daerah dari sebelumnya 27 daerah.

"Apa yang dicapai kita bersama hari ini, tentunya bukanlah bentuk euforia yang harus dirayakan. Kelengahan sekecil apapun yang kita lakukan ujungnya akan terjadi peningkatan kasus dalam beberapa minggu ke depan," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (6/9/2021).

Baca juga: PPKM Level 4 Luar Jawa-Bali Berlanjut Sampai 20 September, Ini Wilayahnya

Ia pun menyinggung adanya sebuah restoran atau kafe di wilayah Jakarta yang diketahui tidak patuh terhadap penerapan protokol kesehatan beberapa hari lalu. Sehingga pemerintah menutup kafe tersebut selama 3 hari.

Kendati tak menyebutkan nama restorannya, namun berdasarkan pemberitaan sebelumnya, terdapat kafe Holywings Kemang, Jakarta Selatan yang memang digerebek polisi karena kedapatan adanya kerumunan di kafe tersebut.

Luhut menekankan, mobilitas masyarakat yang tanpa disiplin protokol kesehatan hanya akan berdampak buruk pada peningkatan kasus Covid-19 dan hal itu harus dihindari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu di sebuah restoran/kafe di wilayah Jakarta yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan hingga pada akhirnya harus dilakukan tindakan penutupan selama tiga hari ke depan," ungkapnya.

Baca juga: PPKM Level 4 Luar Jawa-Bali Berlanjut Sampai 20 September, Ini Wilayahnya

Selain tak patuh protokol kesehatan, Luhut juga menyinggung masih banyaknya restoran dan kafe yang masih belum menerapkan dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan, seluruh komponen masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sesuai dengan instruksi dari pemerintah.

"Dalam satu minggu terakhir, kami menemukan banyak pelanggaran. Pemerintah akan mengambil langkah persuasif dalam penegakan aturan-aturan ini sebelum mengambil langkah tegas jika upaya-upaya persuasif diabaikan," jelas Luhut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.