Terus Melesat, Harga Batu Bara Tembus 150 Dollar AS Per Ton

Kompas.com - 07/09/2021, 11:24 WIB
Ilustrasi batu bara DOKUMENTASI ESDMIlustrasi batu bara

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga batu bara acuan (HBA) bulan September mencatatkan kenaikan sebesar 19,04 dollar AS per ton menjadi 150,03 dollar AS per ton dibandingkan bulan Agustus yang berada di level 130,99 dollar AS per ton.

Ini adalah level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

"Ini adalah angka yang cukup fenomenal dalam dekade terakhir," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (7/9/2021).

Baca juga: Konversi ke EBT, PLN Bakal Pensiunkan PLTU Batubara Mulai 2026

Agung mengatakan, kenaikan tersebut selaras dengan tingginya permintaan batu bara dari China, untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listriknya.

Tingginya kebutuhan listrik di Negeri Tirai Bambu itu melebihi kemampuan produksi batu bara domestiknya.

"Permintaan China yang tinggi melebihi kemampuan produksi domestiknya serta meningkatnya permintaan batubara dari Korea Selatan dan kawasan Eropa seiring dengan tingginya harga gas alam melambungkan HBA ke angka 150,03 dollar AS per ton," tutur dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

HBA sempat melandai pada Februari-April 2021.

Namun, pada periode Mei-Juli 2021 mencatatkan kenaikan secara beruntun, hingga menyentuh angka 115,35 dollar AS per ton di Juli 2021.

Baca juga: Bukit Asam Kejar Target Produksi Batu Bara 30 Juta Ton Tahun Ini

Kenaikan tersebut terus konsisten hingga September 2021 dengan mencatatkan rekor tertinggi baru.

Agung menjelaskan, HBA adalah harga yang diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya.

Terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA yaitu, supply dan demand. Pada faktor turunan supply dipengaruhi oleh season, teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara untuk faktor turunan demand dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.

"Nantinya, HBA bulan September ini akan dipergunakan pada penentuan harga batubara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel)," ucap Agung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.