Upaya El Salvador Legalkan Bitcoin Tak Mulus, Banyak Diprotes Warganya

Kompas.com - 07/09/2021, 14:34 WIB
Ilustras bitcoin Dok. Pixabay/MichaelwuenschIlustras bitcoin
Penulis Mutia Fauzia
|

Gelombang protes terjadi di San Salvador, lantaran para pensiunan khawatir pembayaran pensiun mereka akan disalurkan dalam bentuk aset kripto yang sangat fluktuatif.

Selain itu, pihak lain juga menilai, undang-undang tersebut bisa meningkatkan kejahatan pencucian uang di negara yang tingkat korupsinya masih sangat tinggi tersebut.

Baca juga: Bitcoin Alat Pembayaran Sah El Salvador, Harga Aset Kripto Menguat

Dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan pada Juli, sebanyak 75 persen dari penduduk El Salvador keberatan dengan undang-undang bitcoin tersebut.

Sementara itu, sekitar setengah lainnya mengatakan mereka tidak tahu apa-apa mengenai pelegalan bitcoin di El Salvador.

Meski sudah memasuki tahap akhir, pemerintah masih harus menyelesaikan aturan untuk membuat proses transisi transaksi dengan bitcoin bisa berjalan mulus.

Pada aturan asli, yang diunggah oleh Presiden Nayib Bukele melalui akun Twitternya, disebutkan pelaku usaha wajib menerima bitcoin, namun memunculkan pertanyaan bagi pelaku usaha yang tidak mengenal teknologi.

Bukele dalam sebuah utas Twitter mengatakan, bagi warga El Salvador yang khawatir dengan dana pensiun mereka, ia mengatakan bisa tetap melakukan transaksi dengan dollar AS seperti biasa.

Baca juga: Resmi, El Salvador Jadi Negara Pertama yang Gunakan Bitcoin sebagai Alat Pembayaran

Ia pun mengatakan, penggunaan bitcoin bukanlah kewajiban di negara tersebut.

Bersama dengan perusahaan bitcoin Amerika, Strike, pemerintah El Salvador telah menyiapkan ratusan ATM bitcoin bersama dengan dompet digital Chivo.

Selain itu, pemerintah juga telah menayangkan iklan TV untuk edukasi publik.

Pada akhir Agustus lalu, pemerintah juga telah mengeluarkan aturan perbankan yang mengatur soal perpindahan awal ke bitcoin.

Baca juga: Setelah El Salvador, Paraguay Disebut-sebut Pertimbangkan Bitcoin Jadi Alat Pembayaran

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.