Bos BCA Beberkan 5 Modal Penting Bank Digital agar Tetap Cuan

Kompas.com - 07/09/2021, 17:00 WIB
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja TRIBUNNEWS/HERUDIN Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran bank digital di Tanah Air tengah mengalami percepatan dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Walaupun saat ini sudah banyak bank digital bermunculan, tidak semuanya akan mampu beroperasi secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil riset The Boston Consulting Group (BCG) beberapa waktu lalu, dari 249 bank digital di dunia, hanya 13 diantaranya yang mampu meraup keuntungan atau profitable.

Hasil riset itu juga menunjukan, dari beberapa bank digital yang beroperasi di suatu negara, hanya segelintir bank digital yang dapat mencetak keuntungan.

Baca juga: Bos BCA: 10 Tahun dari Sekarang Kita Hanya Akan Melihat 3 Bank Digital

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mengatakan, layaknya pasar atau market pada umumnya, persaingan akan tercipta dalam layanan perbankan digital. Beberapa modal penting diperlukan oleh penyedia bank digital agar dapat memenangkan kompetisi yang diproyeksi kian ketat itu.

"Starting point sama. Cuma karena namanya sprinter yang lari bisa 100 orang, yang menang cuma 1, 2, 3. Jadi setiap market akan ada itu. Tentu ini dari kacamata saya ada persyaratan untuk bank digital," ujarnya dalam diskusi virutal, Selasa (7/9/2021).

Pertama, modal penting yang harus dimiliki oleh bank digital adalah nasabah. Akan tetapi, bukan hanya besarnya jumlah, loyalitas dari nasabah juga menjadi penting untuk mendukung keberlanjutan bank.

"Ini yang penting, karena cuannya dari situ. Profitability kan dari transaction, bukan dari number of account," ujarnya.

Baca juga: Ini Strategi Jenius BTPN Bersaing di Tengah Maraknya Bank Digital

Modal kedua yaitu bank digital juga perlu untuk memiliki mitra atau merchant yang tepat. Ini dilakukan agar dapat menciptakan ekosistem perbankan digital yang terintegrasi.

"Ketiga tentu produk. Produk layanan saling bersaing, ada yang user friendly, mudah untuk customer dan disukai. Promo kecil-kecilan, kalau promo gede-gedean, bank baru lahir bukannya profit, loss-nya gede," tutur dia.

Modal penting keempat ialah sumber daya manusia yang berorientasi pada teknologi informatika. Ini menjadi penting untuk mendukung pengembangan bank digital.

"SDM ini rebutannya bukan hanya antar digital bank, tapi juga bank konvensional," kata Jahja.

Kelima yaitu bank digital memerlukan modal besar untuk pengembagnan bisnisnya. Modal ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan investasi penyedia layanan mengembangkan bank digital.

Modal-modal tersebut dinilai menjadi penting bagi bank digital yang saat ini tengah marak di dalam negeri. Sebab, Jahja meyakini ke depan hanya akan ada segelintir bank digital yang menjadi jawara pasar.

"Saya pikir di Indonesia 10 tahun dari sekarang, hanya akan melihat ada 3 bank digital," ucapnya.

Baca juga: Aturan Bank Digital Resmi Terbit, Simak Poin-poin Pentingnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.