Terima PP KEK, Bos MNC Targetkan Proyek Lido World Garden Rampung 2022

Kompas.com - 08/09/2021, 12:55 WIB
MNC Lido City. Dok. PT MNC Land Tbk.MNC Lido City.

JAKARTA, KOMPAS.com - Executive Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima Peraturan Pemerintah (PP) soal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MNC Lido City hari ini, Rabu (8/9/2021).

Melalui aturan tersebut, kawasan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat tersebut resmi menjadi KEK. Groundbreaking beberapa kawasan pun sudah dilakukan dan targetnya selesai tahun depan.

"Saat ini termasuk groundbreaking (kawasan Lido) mudah-mudahan tahun depan sudah bisa diselesaikan," kata Hary Tanoesoedibjo dalam Peresmian Ground Breaking Lido World Garden, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: MNC Lido City Jadi KEK, Investor dan Pelaku Usaha Dapat Insentif

Hary menuturkan, pembangunan kawasan dirancang menjadi kawasan entertainment dan hospitality. Proyek Lido World Garden yang mulai groundbreaking hari ini mengacu pada konsep Magical Garden di Dubai.

Dalam kawasan MNC Lido City, pembangunan juga meliputi lapangan golf seluas 80 hektar, kawasan music and art center, kawasan Movie Land, dan theme park.

Seluruh proyek tersebut ditargetkan selesai pada 2022.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kawasan yang cukup besar tidak jauh dari tempat ini akan dihibahkan tempat untuk padepokan dan masjid sehingga kawasan ini bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar untuk beribadah. Pak Gubernur nanti secara khusus meresmikan padepokan tersebut yang cukup strategis tempatnya," tutur Hary.

Sebagai informasi, Kawasan MNC Lido City resmi menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) setelah Presiden RI Joko Widodo menandatangani PP Nomor 69 Tahun 2021 bulan Juni lalu.

Baca juga: Bos MNC Sebut Proyek Movieland Lido City Mulai Berjalan Tahun Ini

Proyeknya dibangun oleh Hary Tanoesoedibjo lewat MNC Land Lido, anak usaha dari PT MBC Land Tbk (KPIG).

Karena menjadi kawasan ekonomi khusus, secara otomatis investor dan pelaku usaha di dalamnya akan mendapat beragam insentif yang melekat pada KEK.

Insentif tersebut yakni insentif pajak, yang meliputi pembebasan PPN, PPnBM, PPh Badan, Cukai dan bea masuk impor.

Keuntungan lain yang didapat oleh investor adalah kemudahan pertanahan dan tata ruang, ketenagakerjaan, kemudahan perizinan berusaha, dan lain-lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.