Kompas.com - 08/09/2021, 13:28 WIB
Seorang buruh petik memanen cabai di lahan yang dikelola Kelompok Tani Sadar di Dusun Cilacap, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Deli Serdang pada Rabu (24/2/2021) siang. Di lahan ini, petani bisa menghasilkan 20 - 25 ton per hektare dengan bantuan pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 berupa mulsa, pupuk, obat-obatan dan lainnya dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara. KOMPAS.COM/DEWANTOROSeorang buruh petik memanen cabai di lahan yang dikelola Kelompok Tani Sadar di Dusun Cilacap, Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Deli Serdang pada Rabu (24/2/2021) siang. Di lahan ini, petani bisa menghasilkan 20 - 25 ton per hektare dengan bantuan pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19 berupa mulsa, pupuk, obat-obatan dan lainnya dari pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura menargetkan pembangunan 2.358 kampung hortikultura yang tersebar secara merata di seluruh Indonesia.

Program tersebut masuk dalam kegiatan utama Ditjen Hortikultura untuk Tahun Anggaran 2022 mendatang.

"Selain itu kami menargetkan 320 UMKM Horti yang terdiri dari cabai olahan, bawang olahan, buah olahan dan sayuran serta tanaman obat. Semuanya masing-masing 80 unit," ujar Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI, dikutip dari siaran resminya, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Dapat Suntikan Dana 16 Juta Dollar AS, Segari Fokus Perkuat Rantai Distribusi Pangan

Menurut Prihasto, dalam pembentukan kampung horti ini, nantinya pemerintah juga akan memberikan 1 paket bantuan, lengkap dengan infrastruktur dan moda operasional seperti mobil angkut roda 3 untuk mempermudah pengambilan barang.

"Bantuan 1 paket itu adalah bantuan lengkap untuk menumbuhkan UMKM mikro pertanian. Bahkan kami akan monitor perkembangannya secara intens melalui hortikultura war room dari pusat," katanya.

Sementara itu Anggota Komisi IV DPR RI, Yohanis Fransiskus Lema mendukung semua program Kementan dalam membangun sektor pertanian yang lebih baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Secara pribadi saya mendukung Kementan karena ada keseriusan dari kerja bapak bapak sekalian," katanya.

Ia mengharapkan Kementan tetap memperhatikan terobosan, pendampingan dan fasilitasi pascapanen khususnya terkait komoditas cabai.

Baca juga: Dirut RNI: Holding BUMN Pangan Rampung Akhir September 2021

Anggota Komisi IV lainnya, Bambang Purwanto mendukung perkembangan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang mampu menumbuhkan ekonomi keluarga, khususnya para ibu rumah tangga dalam mendapatkan asupan sayur sehat.

"Saya dukung dan apresiasi program P2L Kementan karena mampu menumbuhkan ekonomi keluarga. Ini bagus sekali dan kalau bisa ditambah sehingga mengurangi beban ekonomi keluarga," kata Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.