Luhut Sebut Ada Sederet Investor Asing Akan Berinvestasi di RI

Kompas.com - 08/09/2021, 16:32 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi terkait menghadapi bencana banjir 2020-2021 di Jakarta, Senin (30/11/2020). Dokumentasi Humas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan InvestasiMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi terkait menghadapi bencana banjir 2020-2021 di Jakarta, Senin (30/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan, sejumlah perusahaan papan atas dari Korea Selatan, Uni Emirat Arab (UEA) dan China akan berinvestasi di Indonesia.

"Saya percaya betul karena ada keterangan yang diberikan secara langsung oleh Samsung, Hyundai, oleh pengusaha-pengusaha Tiongkok dan juga Abu Dhabi, yang menyampaikan kepada saya bahwa mereka mau investasi," ucapnya secara virtual, dalam Kampanye Gerakan Bangga Buatan Indonesia di Banda Aceh, Rabu (8/9/2021).

Untuk memperlancar masuknya investor asing ke RI, pemerintah menawarkan kemudahan atau insentif. Kendati demikian, Luhut tidak menyebut insentif yang ditawarkan kepada para investor.

Baca juga: UEA Akan Investasi 500 Juta Dollar AS Untuk Bangun Resort di Aceh Singkil

"Saya dorong kepada Samsung kemarin, kenapa kau enggak bikin investasi untuk industri-industri hi-tech. (Kemudian pemerintah menawarkan ke investor) insentif apa yang kamu mau, sampaikan dan kita (pemerintah) berikan. Mereka (para investor) mau," ujarnya.

Karena Indonesia, sambung Luhut, memiliki bahan baku yang diinginkan oleh para investor asing. 

"Karena kita punya semua hilirisasi nikel, ada tadi bauksit, ada pasir besi. ada juga kelapa sawit dan sebagainya," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Luhut menyampaikan bahwa pada 13-15 September 2021, pemerintah dari Uni Emirat Arab akan bertandang ke Indonesia. Kunjungan tersebut dalam rangka menjalin investasi, khususnya di Provinsi Aceh.

Baca juga: Ridwan Kamil Optimistis, 10 Tahun Lagi Jabar Jadi Pusat Investasi di ASEAN

Nilai investasi yang akan disuntik oleh UEA sebesar 500 juta dollar AS atau setara Rp 7,13 triliun. Dana tersebut nantinya akan dipergunakan untuk membangun resort di lahan rawa seluas 40.000 hektare di Kabupaten Singkil Aceh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.