Restrukturisasi Kredit Diperpanjang hingga 2023, Ini Dampaknya pada Perbankan

Kompas.com - 09/09/2021, 07:37 WIB
Ilustrasi bank Thinkstockphotos.comIlustrasi bank

JAKARTA, KOMPAS.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memperpanjang masa relaksasi restrukturisasi kredit perbankan, dari semula sampai 31 Maret 2022 menjadi 31 Maret 2023. Kebijakan tersebut dinilai akan menjadi booster bagi sektor perbankan.

Senior Retail Investment Socialist Raphon Prima mengatakan, bagi perbankan, perpanjangan masa restrukturisasi kredit bisa memberi napas tambahan serta semakin mempercepat pemulihan ekonomi.

“Saya setuju OJK perpanjang restrukturisasi, jadi saat ekonomi mulai pulih, sebenarnya company sudah sanggup bayar bunga dalam kondisi normal. Tapi enggak apa-apa kasih napas buatan lagi supaya ekonomi bisa bergerak cepat,” ujar Raphon dalam acara virtual Rotate Back to Big Caps, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Soal Rasio Kredit UMKM 30 Persen, OJK Minta Bank Sesuaikan Rencana Bisnis

Raphon menyebutkan memang pemulihan ekonomi perlahan mulai terlihat, tetapi jika restrukturisasi di setop pada tahun 2022, beberapa perusahaan yang berencana ekspansi akan kehabisan dana untuk membayar beban bunga ke perbankan.

“Tahun 2022 kita boleh bilang ada pemulihan walaupun masih gradual. Perusahaan mulai ekspansi secara perlahan, kalau restrukturisasi ini di setop 2022, sementara perusahaan mulai untuk ekspansi, dan mereka harus bayar beban bunga kepada bank dengan kondisi normal, jadi tahun 2022 pure habis hanya untuk bayar beban bunga ke perbankan,” tambah dia.

Adapun alasan OJK memperpanjang retrukturisasi hingga tahun 2023 kepada para pelaku usaha, yaitu agar mereka dapat mengatur likuiditasnya di tengah kondisi perekonomian yang belum pulih sepenuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, perpanjangan relaksasi restrukturisasi kredit juga diberikan untuk menjaga momentum perbaikan kinerja debitur yang masih dibayangi ketidakpastian akibat Covid-19.

Baca juga: OJK Perpanjang Relaksasi Kredit Perbankan, Apa Saja Stimulus yang Diberikan?

Pada saat bersamaan, perpanjangan dari ketentuan yang tercantum dalam Peraturan OJK Nomor 48 Tahun 2020 itu diberikan untuk memberikan waktu kepada perbankan menyiapkan pencadangan yang sehat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.