Soal Taruna PIP Semarang Tewas Dianiaya Senior, Kemenhub Lakukan Investigasi Internal

Kompas.com - 09/09/2021, 09:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan fokus melakukan investigasi internal terkait tindak kekerasan yang melibatkan taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.

Seperti diketahui, seorang taruna PIP Semarang setelah dianiaya oleh seniornya di luar area kampus. Korban adalah Zidan Muhammad Faza dengan status taruna tingkat 3, sedangkan pelaku adalah Caesar Richardo Bintang Samudro Tampubolon dengan status taruna tingkat 8.

Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Antoni Arif Priadi mengatakan, pihaknya tidak mentolerir terjadinya tindak kekerasan di lingkungan kampus. Meski kekerasan terjadi di luar area kampus, ia menegaskan, pihak kampus akan melakukan investigasi mengenai insiden tersebut.

Baca juga: Tanggapan Kemenhub Soal Taruna PIP Semarang yang Tewas Dianiaya Senior

"PIP Semarang saya minta fokus dan mengambil langkah-langkah percepatan untuk mengusut insiden ini dan mencegah kejadian serupa terulang kembali,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/9/2021).

Ia mengatakan, sebagai langkah preventif, PIP Semarang diminta untuk menyelenggarakan kegiatan peningkatan pembinaan karakter sesegera mungkin secara virtual bagi seluruh civitas akademika. Kegiatan itu bertujuan untuk mengingatkan kembali hal-hal yang telah diatur dalam pedoman pola pengasuhan taruna di lingkungan BPSDMP.

“Bagi para taruna, penting untuk diingatkan kembali hal itu, karena hampir 2 tahun ini tidak secara penuh tinggal di dalam asrama karena menjalani pembelajaran jarak jauh," kata Arif.

Menurutnya, pasca kejadian tindak kekerasan yang dilakukan oleh taruna tingkat akhir kepada juniornya, pihak Direktur PIP Semarang menugaskan Wakil Direktur 3 serta Kepala Pusat Pengembangan Karakter Taruna dan Perwira Siswa (Pusbangkatarsis) untuk fokus pada penyelesaian masalah, termasuk berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pihak kepolisian.

Oleh sebab itu, keduanya di nonaktifkan sementara dari jabatannya. Selanjutnya, BPSDM Perhubungan akan segera menyiapkan langkah-langkah nyata peningkatan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Bagi pengelola kampus juga perlu ditekankan kembali mengenai penerapan standar prosedur pengawasan dan pencegahan tindak kekerasan di lingkungan sekolah secara tegas dan berkelanjutan," pungkas Arif.

Sebagai informasi, Zidan yang merupakan korban, diduga meninggal dunia karena dipukul di bagian ulu hati oleh terduga pelaku, Caesar.

Insiden bermula ketika korban bersama temannya sedang berboncengan naik motor dan tidak sengaja bersenggolan dengan pelaku yang merupakan seniornya di PIP, pada daerah Tegalsari, Semarang, pada Senin (6/9/2021) sekitar pukul 23.00 WIB.

Pelaku yang emosi kemudian menghampiri korban dan memukul bagian perut hingga korban tak sadarkan diri. Korban pun segera dibawa ke rumah sakit oleh temannya, namun saat akan dilakukan tindakan medis, korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.