Peternak Ayam: Pak Jokowi, Kalau Begini Terus Nangis, Bangkrut Kita

Kompas.com - 09/09/2021, 13:12 WIB
Peternak ayam layer petelur Peternak ayam layer petelurPeternak ayam layer petelur

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu terakhir, viral seorang peternak yang tampak diamankan aparat dari Polresta Blitar. Ia digiring ke mobil polisi setelah membentangkan poster permintaan tolong ke Presiden Jokowi yang berkunjung ke Blitar.

Lalu bagaimana sebenarnya kondisi peternak ayam saat ini, terutama peternakan ayam petelur atau layer?

Salah seorang peternak ayam petelur asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Muhammad Irham Faro, mengatakan saat ini kondisi peternak ayam layer tengah kondisi sekarat.

Harga telur ayam yang anjlok gila-gilaan membuat banyak peternak merugi. Di beberapa daerah, sudah banyak peternak memutuskan untuk berhenti sementara beternak karena biaya produksi yang tinggi.

Baca juga: Marak, Ayam Kampung Tidak Asli Beredar di Pasaran

"Ini terparah. Mau nangis mas. Aku jual ke sales (pengepul) saja Rp 16.500/kg. Kirim ke grosir masih dapat Rp 17.500/kg," ungkap Faro dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (9/9/2021).

Menurut dia, di beberapa sentra penghasil telur ayam, harganya bahkan di bawah Rp 16.000/kg. Di Blitar contohnya, harga telur per kg hanya dibanderol Rp 14.500/kg beberapa hari lalu. Jauh dari harga pokok produksi (HPP) yang berada di kisaran Rp 18.000-19.000/kg.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Masih mending saya, tapi ya enggak ada untung. Cuma buat beli pakan saja," kata peternak muda yang menggeluti budidaya ayam petelur selepas lulus kuliah ini.

Tak punya pilihan

Peternak sendiri tak punya pilihan lain selain harus menjual telurnya dengan harga murah ke pengepul. Jika tak segera dijual, peternak bakal kesulitan membeli kebutuhan pakan ayam.

Baca juga: Teliti Sebelum Beli, Ini Cara Bedakan Ayam Kampung Asli dan Ayam Joper

Harga pakan ayam sendiri sudah mengalami kenaikan sejak tahun lalu. Kenaikan pakan ini tak diimbangi dengan harga telur yang justru terjerembab.

Harga jual telur itu lebih rendah dibandingkan harga acuan yang ditetapkan pemerintah. Menurut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen, harga acuan pembelian telur di tingkat peternak ditetapkan Rp 19.000-Rp 21.000 per kg.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.