Kompas.com - 09/09/2021, 15:40 WIB
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN .
BTNPT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN .

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu buka suara terkait rencana right issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada 2022.

Nixon mengatakan belum bisa memastikan pelaksanaan HMETD BTN tersebut lantaran pihaknya harus melihat kondisi Pasar Modal Indonesia pada tahun depan.

"Masih on the process. Ini sekarang juga lagi ada rapat dengan DPR terkait right issue, salah satunya yang dibicarakan," ujarnya dalam Public Expose (Pubex) yang dihelat secara virtual, Kamis (9/9/2021).

Kendati begitu, bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu optimis bisa melakukan right issue pada 2022, meski pandemi Covid-19 belum mereda.

Baca juga: Wamen BUMN: Tol Trans Sumatera Beri Efek hingga 1,7 Kali pada Ekonomi Nasional

"Berapa nilainya, kami belum bisa menyampaikan karena juga belum standed secara formal. Tapi kami mempercayai, diberikan kesempatan tahun 2022 untuk bisa right issue. Apakah hal yang tepat mengingat kondisi saat ini, kan ini (right issue-nya) tahun depan. Karena ini diusulkannya di RAPBN 2022. Jadi pelaksanaannya tahun depan," ujarnya.

Sebelumnya, BTN pun optimis target kinerja bisnis perseroan akan tercapai pada 2021. Hal itu karena adanya berbagai transformasi yang dilakukan untuk memanfaatkan potensi besar di sektor perumahan, stimulus dari pemerintah, hingga momentum pemulihan ekonomi nasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam rencana bisnis perseroan, BTN membidik pertumbuhan aset dikisaran 2 persen hingga 4 persen, kredit dikisaran 6-8 persen, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada kisaran 5-7 persen hingga akhir tahun ini. Pertumbuhan tersebut, lanjut Nixon, ditargetkan bakal diiringi modal dan pencadangan yang kuat.

Pada akhir tahun ini pun, BTN menargetkan rasio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) akan berada di level sebesar 16-18 persen serta rasio pencadangan (coverage ratio) mencapai di atas 120 persen.

Baca juga: Dulu Lahan Rawan Kebakaran, Kini Jadi Pertanian Nanas yang Bawa Cuan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.