Gara-gara Cukai Rokok Naik, Laba Bersih HM Sampoerna Turun 15,4 Persen di Semester I 2021

Kompas.com - 09/09/2021, 17:47 WIB
Direktur Utama Sampoerna Mindaugas Trumpaitis dan Jajarannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Sampoerna di Jakarta, Kamis (9/5/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYADirektur Utama Sampoerna Mindaugas Trumpaitis dan Jajarannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Sampoerna di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Sepanjang semester I tahun 2021, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mencatakan penurunan laba bersih perseoan sebesar 15,4 persen pada semester I tahun 2021.

Hal ini terjadi lantaran kenaikan cukai secara signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan semester I tahun 2021 dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, 29 Juli 2021, laba periode berjalan semester I tahun 2021 sebesar Rp 4,13 triliun turun dibanding periode sama tahun lalu Rp 4,88 triliun.

Baca juga: Jika Tarif Cukai Tembakau Naik, Banyak Pekerja Terancam PHK dan Serapan Berkurang Saat Panen

“Dampak negatif dari pandemi ini diperparah oleh imbas kenaikan cukai hingga dua digit dalam dua tahun terakhir,” kata Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis dalam public expose, Kamis (9/9/2021).

Mindaugas menjelaskan, pada semester I tahun 2021 penjualan bersih HMSP mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen menjadi Rp 47,6 triliun.

Namun, kenaikan cukai secara signifikan, turut menggerus laba kotor perusahaan pada periode yang sama dengan penurunan sebesar 9,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia memaparkan, pandemi Covid-19 berdampak kurang baik terhadap Industri Hasil Tembakau (IHT) yang mewakili sekitar 4 persen dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

Situasi IHT saat ini juga masih sangat rentan, sehingga penetapan kebijakan cukai tahun 2022 akan sangat krusial bagi keberlangsungan usaha dan penyerapan tenaga kerja di sektor tembakau.

Baca juga: Bea Cukai Sita 11,1 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp 19,81 Miliar

“Kinerja IHT di tahun 2021, masih sangat dipengaruhi oleh dampak negatif pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali secara hati-hati rencana kenaikan tarif cukai 2022 untuk mendukung pemulihan IHT dari krisis sehingga turut berperan dalam pemulihan ekonomi nasional serta penyerapan tenaga kerja,“ kata Mindaugas.

Dia menambahkan, penurunan mobilitas dan ekonomi masyarakat yang cenderung negatif, secara keseluruhan berdampak langsung pada kondisi finansial perusahaan dan kontribusi pajak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.