Bank Mandiri Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 3,69 Persen pada 2021

Kompas.com - 09/09/2021, 19:03 WIB
Ilustrasi Bank Mandiri. kode bank mandiri (Rafapress/SHUTTERSTOCK) Ilustrasi Bank Mandiri. kode bank mandiri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional hanya akan mampu tumbuh 3,69 persen hingga akhir 2021. Proyeksi ini lebih rendah dibanding proyeksi yang disampaikan Bank Mandiri pada awal tahun, yakni sebesar 4,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan pertumbuhan ekonomi sektoral sudah mulai berada dalam tren pemulihan pada paruh pertama tahun ini. Tercatat pertumbuhan ekonomi di semua sektor sudah positif pada triwulan II-2021.

"Hal tersebut menunjukan, secara teknikal semua sektor sudah keluar dari zona krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19," kata Andry dalam diskusi virtual, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Mau Buka Usaha? Simak Tips dari Bos Kopi Tuku

Namun demikian, laju pemulihan ekonomi berpotensi terhambat pada triwulan III-2021 akibat merebaknya varian delta yang sempat menyebabkan tekanan pada sektor kesehatan nasional, sehingga pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang lebih ketat sejak Juli lalu.

Meskipun aturan tersebut telah direlaksasi, Andry meyakini perlambatan laju pertumbuhan ekonomi akan terjadi pada periode Juli-September 2021.

"Dengan berbagai perkembangan terakhir, kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi berpotensi sedikit melambat namun masih akan mencatat pertumbuhan positif di triwulan III pada 3,51 persen" kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dengan demikian, untuk keseluruhan tahun, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 3,69 persen," sambungnya.

Baca juga: Kalah di Pengadilan Arbitrase London, Ini Kata Dirut Garuda Indonesia

Meski begitu, saat ini sejumlah indikator perekonomian telah menunjukan perbaikan, mulai dari indeks frekuensi belanja masyarakat yang telah kembali ke level prapandemi 104,8 poin hingga indeks nilai belanja yang mengalami perbaikan.

Untuk meminimalisir dampak ketidakpastian perekonomian global, Andry mendorong pemerintah melaksanakan strategi pemulihan ekonomi nasional yang sejalan dengan upaya pengendalian pandemi.

"Penyebaran kasus Covid-19 harus dapat ditekan melalui penerapan prokes, testing dan tracing di tengah berlanjutnya percepatan vaksinasi. Hal ini mengingat masih adanya risiko munculnya varian virus baru yang memicu kembali meningkatnya kasus Covid-19 global," ucapnya.

Baca juga: Gelar Promo 9.9, Shopee Jual 1,8 Juta Produk Hanya Dalam 1 Menit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.