Dorong Pemulihan Ekonomi, Kemenhub Pastikan Angkutan Laut Perintis Tetap Beroperasi Saat Pandemi

Kompas.com - 09/09/2021, 20:25 WIB
Ilustrasi kapal di Pelabuhan Labuan Bajo. Dok. Shutterstock/Harry HermananIlustrasi kapal di Pelabuhan Labuan Bajo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan angkutan laut perintis tetap beroperasi di tengah masa pandemi Covid-19 sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Hal ini sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional, sembari memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pelaksanaan mekanismenya mengacu pada Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 59 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Laut pada masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Dorong Kinerja Industri Asuransi Jiwa, AAJI Lakukan Transformasi

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Mugen S Sartoto mengatakan, angkutan laut perintis merupakan angkutan di perairan pada trayek-trayek yang ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk melayani daerah atau wilayah yang belum atau tidak terlayani oleh angkutan laut komersial.

Hal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Tahun 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 48 tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Pelayanan Publik Kapal Perintis.

Ia bilang, pelayanan angkutan laut perintis sangat dibutuhkan masyarakat, terutama yang berada di daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Angkutan laut perintis ini telah beroperasi selama puluhan tahun secara konsisten sebagai bentuk kehadiran negara dalam membantu mobilitas penumpang dan barang, serta perekat atau penghubung pulau-pulau di Indonesia,” ujar Mugen dalam keterangan tertulis, Kamis (9/9/2021).

Baca juga: Cara Daftar Vaksinasi Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta

Mugen menambahkan, Ditjen Perhubungan Laut sepanjang 2021 telah mengoperasikan kapal perintis sebanyak 118 trayek pada 42 pelabuhan pangkal, yang tersebar di 21 provinsi di Indonesia dan melayani lebih dari 500 pelabuhan singgah.

Agar layanan angkutan laut perintis semakin optimal, terdapat beberapa hal yang harus diprioritaskan dan disinergikan antara kementerian/lembaga.

Di antaranya yakni pengelolaan yang berkelanjutan dan harmonisasi dengan kementerian/lembaga lainnya dalam mendukung terwujudnya keselamatan maritim.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.