Kompas.com - 10/09/2021, 09:32 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (10/9/2021).

Berbeda dengan mata uang garuda yang menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.063,61 atau turun 4,6 poin (0,8 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.068,21.

Baca juga: IHSG Akhir Pekan Diprediksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Sebanyak 214 saham melaju di zona hijau dan 162 saham di zona merah. Sedangkan 165 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,09 triliun dengan volume 2,31 miliar saham.

Pagi ini bursa saham Asia positif dengan kenaikan Indeks Nikkei 0,68 persen, Shanghai Komposit 0,33 persen, Hang Seng Hong Kong 1,41 persen, dan indeks Strait Times 0,39 persen.

Wall Street pagi ini ditutup merah dengan penurunan indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,43 persen, indeks S&P 500 sebesar 0,46 persen, dan indeks acuan saham teknologi AS, Nasdaq 0,25 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper yang mengatakan, secara teknikal candlestick indeks bergerak membentuk formasi piercing line, yang mengindikasikan adanya bullish reversal.

“IHSG diprediksi menguat. Namun penguatan ini diperkirakan hanya akan bersifat sementara dikarenakan pasar saham masih dibayangi kekhawatiran akibat rencana Tapering The Fed,” jelas Dennies dalam rekomendasinya

Baca juga: Ini Cara Tebus Saham Right Issue Lewat Mandiri Sekuritas

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat. Melansir Bloomberg, pukul 09.01 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.242 per dollar AS, atau naik 10 poin (0,07 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.252 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, meskipun mengalami penguatan di pagi hari, rupiah masih berpeluang melemah karena sentiemn membaiknya data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.