Ada 28 Persen Aset Tak Optimal Dikelola, Ini Upaya yang Dilakukan KAI

Kompas.com - 10/09/2021, 15:48 WIB
Ilustrasi KAI KOMPAS.com/ Bambang P. JatmikoIlustrasi KAI

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengungkapkan, masih terdapat aset seluas 92,8 juta meter persegi atau 28 persen dari total keseluruhan aset KAI yang masih berstatus belum clean and clear.

Aset tersebut digunakan oleh pihak lain tanpa perikatan, digunakan oleh pihak lain dengan harga sewa yang tidak sesuai, masih dilakukan validasi, bahkan hingga diakui kepemilikannya oleh pihak lain.

“Dampak dari aset KAI yang masih belum clean and clear tersebut yaitu KAI tidak bisa memaksimalkan pengelolaan dan pemanfaatannya,” ungkap VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangannya, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: KAI Sebut RI Belum Bayar Modal Awal Proyek Kereta Cepat Rp 4,3 Triliun ke China

Kendati demikian, ia memastikan, KAI terus melakukan berbagai upaya dalam mengamankan aset perusahaan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebab, dengan menjaga aset yang dimiliki, KAI ikut andil dalam menjaga aset negara yang dapat digunakan untuk generasi selanjutnya.

Upaya penjagaan aset yang dilakukan, diantaranya yakni pendataan atau mapping aset, pemasangan patok tanda batas, pemasangan plang penanda aset, pemagaran (pasca penertiban), penertiban, dan penyelamatan aset melalui jalur hukum atau litigasi.

Jika ditemukan aset yang bermasalah, maka KAI akan menertibkan aset tersebut melalui berbagai langkah. Terdiri dari metode non-penertiban, penertiban, hingga menempuh jalur hukum berupa gugatan perdata/TUN atau laporan pidana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, pensertifikatan juga dilakukan KAI untuk menjaga asetnya. Joni bilang, guna mempercepat proses sertifikasi aset pihaknya berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Kejaksaan RI, Kantor Pertanahan masing-masing kota atau kabupaten, juga pihak penegak hukum.

"Pada tahun 2020, KAI melakukan pensertifikatan tanah seluas 2,67 juta meter persegi di berbagai wilayah. Sehingga saat ini terdapat 49 persen tanah KAI yang telah bersertifikat,” katanya.

Ia menjelaskan, KAI memiliki aset yang berupa aset railway dan non railway. Aset railway yaitu aset yang berkaitan langsung dengan operasional perjalanan kereta api seperti lokomotif, kereta, hingga gerbong.

Sedangkan aset non railway yaitu aset yang tidak ada kaitannya secara langsung dengan operasional perjalanan kereta api, seperti tanah, rumah perusahaan, dan bangunan dinas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.