Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Kementan Bantu Penuhi Kapasitas Pupuk Kaltim

Kompas.com - 10/09/2021, 19:29 WIB
Dwi NH,
A P Sari

Tim Redaksi

"Dua tahun ini, dari 2019 hingga 2021 di masa pandemi Covid-19 hanya sektor pertanian yang memiliki pertumbuhan positif dan tidak pernah negatif," ungkap SYL.

Baca juga: Majukan Sektor Pertanian, Program Merdeka Ekspor Raih Pujian dari Presiden

Keberhasilan sektor tersebut, kata dia, berasal dari kemampuan pihaknya dalam mengelola sumber daya alam (SDA) pertanian dengan baik.

Menurut SYL, pencapaian positif di sektor pertanian tak bisa diraih hanya dengan kebetulan dukungan alam semata.

"Oleh karena itu, saya mengajak Pupuk Indonesia dan Pupuk Kaltim, mari kita menembus langit dan bersama mengabdi untuk bangsa. Indonesia tidak boleh kalah dengan negara lain. Tidak boleh kalah dengan Thailand dan Vietnam," ujarnya.

Baca juga: Pupuk Indonesia Gelar Kompetisi Riset Pertanian, Cek Syaratnya

Pupuk Kaltim maksimalkan ketersediaan pupuk

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama (Dirut) Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus memaksimalkan ketersediaan pupuk dan operasional bisnis meski di tengah berbagai tantangan akibat pandemi Covid-19.

“Kami siap bekerja sama dan mendukung program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan produktivitas pertanian," ujarnya.

Tak hanya itu, Rahmad mengaku, pihaknya akan secara konsisten mengikuti perkembangan dan mengimplementasikan teknologi dalam proses produksi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas pertanian di tengah pandemi.

Untuk diketahui, per Kamis (9/9/2021), terdapat sebanyak 76.681 ton stok pupuk yang tersedia di gudang Pupuk Kaltim yang tersebar di sejumlah wilayah tanggung jawab perusahaan.

Baca juga: Hibahkan Alsintan ke Petani Kediri, Mentan SYL Yakin Bisa Genjot Produktivitas Pertanian

Adapun rincian stok Pupuk Kaltim terdiri dari 73.596 ton urea subsidi dan 3.085 ton Nitrogen Phospor dan Kalium (NPK) formula khusus.

Dalam kesempatan itu, Rahmat mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementan atas dukungan yang diberikan untuk Pupuk Kaltim.

Dengan dukungan tersebut, kini Pupuk Kaltim bisa berpartisipasi secara aktif dalam memastikan tercapainya ketahanan pangan nasional.

Untuk mensukseskan peningkatan produksi, Pupuk Kaltim terus memaksimalkan penyaluran dan pemenuhan kebutuhan petani, serta turut meyukseskan musim tanam pada September 2021 hingga Februari 2022.

Baca juga: Ini Strategi Pemerintah Jamin Ketahanan Pangan Nasional

“Untuk memaksimalkan kapasitas produksi dan distribusi secara efektif dan efisien Pupuk Kaltim telah mengimplementasikan teknologi berbasis industri 4.0 di seluruh lini perusahaan. Mulai dari smart operation, smart maintenance, smart distribution, hingga digital performance management system," tutur Rahmad.

Adapun implementasi teknologi berbasis industri 4.0 tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan industri pertanian.

"Selain itu, efisiensi produksi termasuk konsumsi energi juga terus menjadi fokus kami. Hal ini guna memastikan perusahaan mampu tumbuh secara berkelanjutan," imbuh Rahmad.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:


Terkini Lainnya

Perusahaan Asal Singapura Jadi Investor Pertama KIT Batang Tahun Ini

Perusahaan Asal Singapura Jadi Investor Pertama KIT Batang Tahun Ini

Whats New
Ada Gejolak Global, Erick Thohir Telepon Direksi BUMN, Minta Susun Strategi

Ada Gejolak Global, Erick Thohir Telepon Direksi BUMN, Minta Susun Strategi

Whats New
Inflasi Medis Kerek Harga Premi Asuransi Kesehatan hingga 20 Persen

Inflasi Medis Kerek Harga Premi Asuransi Kesehatan hingga 20 Persen

Whats New
Pemerintah Perlu Tinjau Ulang Anggaran Belanja di Tengah Konflik Iran-Israel

Pemerintah Perlu Tinjau Ulang Anggaran Belanja di Tengah Konflik Iran-Israel

Whats New
Ekspor Batik Aromaterapi Tingkatkan Kesejahteraan Perajin Perempuan Madura

Ekspor Batik Aromaterapi Tingkatkan Kesejahteraan Perajin Perempuan Madura

Whats New
Hadiri Halalbihalal Kementan, Mentan Amran: Kami Cinta Pertanian Indonesia

Hadiri Halalbihalal Kementan, Mentan Amran: Kami Cinta Pertanian Indonesia

Whats New
Pasar Modal adalah Apa? Ini Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Pasar Modal adalah Apa? Ini Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Work Smart
Syarat Gadai BPKB Motor di Pegadaian Beserta Prosedurnya, Bisa Online

Syarat Gadai BPKB Motor di Pegadaian Beserta Prosedurnya, Bisa Online

Earn Smart
Erick Thohir Safari ke Qatar, Cari Investor Potensial untuk BSI

Erick Thohir Safari ke Qatar, Cari Investor Potensial untuk BSI

Whats New
Langkah Bijak Menghadapi Halving Bitcoin

Langkah Bijak Menghadapi Halving Bitcoin

Earn Smart
Cara Meminjam Dana KUR Pegadaian, Syarat, dan Bunganya

Cara Meminjam Dana KUR Pegadaian, Syarat, dan Bunganya

Earn Smart
Ada Konflik Iran-Israel, Penjualan Asuransi Bisa Terganggu

Ada Konflik Iran-Israel, Penjualan Asuransi Bisa Terganggu

Whats New
Masih Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 66

Masih Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 66

Work Smart
Tingkatkan Daya Saing, Kementan Lepas Ekspor Komoditas Perkebunan ke Pasar Asia dan Eropa

Tingkatkan Daya Saing, Kementan Lepas Ekspor Komoditas Perkebunan ke Pasar Asia dan Eropa

Whats New
IHSG Turun 2,74 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Saham Rp 11.718 Triliun

IHSG Turun 2,74 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Saham Rp 11.718 Triliun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com