Erick Thohir Tantang Pertamina Bisa Punya Valuasi 100 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 10/09/2021, 21:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir berada di atas kapal VLCC Pertamina Pride yang sedang bersandar di Teluk Semangka Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Kamis (15/4/2021). Dok. PertaminaMenteri BUMN Erick Thohir berada di atas kapal VLCC Pertamina Pride yang sedang bersandar di Teluk Semangka Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Kamis (15/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meresmikan 6 Subholding PT Pertamina (Persero).

Dalam peresmian itu mantan bos Inter Milan ini menantang Pertamina agar bisa mempunyai valuasi hingga 100 miliar Dollar Amerika Serikat (AS).

"Buktikan kepada dunia, Indonesia juga bisa punya perusahaan yang valuasi-nya mencapai 100 miliar Dollar AS. Kita bisa, dan saya yakin legacy ini untuk kita semua. Saya memastikan transformasi akan tetap berjalan, karena ini bagian terpenting buat kita sebagai bangsa besar. Tidak mungkin kita akan terus menjadi bangsa besar kalau tidak ada ketahanan energi,” ujar Erick Thohir dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Sebulan Blok Rokan Dikelola Pertamina, Bor 23 Sumur, Produksi 158.000 Barrel Per Hari

Dia menambahkan, Presiden Joko Widodo berharap agar Pertamina terus meningkatkan pelayanan publik, tetapi yang terpenting adalah membangun ekosistem supaya Pertamina bisa bersaing dan mendorong value added.

Pendiri Mahaka Media Group ini juga mengingatkan agar lompatan-lompatan yang sudah berjalan saat ini, tetap terjaga dan sesuai dengan 5 Key Performance Indicator di Kementerian BUMN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, selama delapan bulan ini, kementeriannya terus melakukan transformasi yang termasuk dalam 88 proyek strategis BUMN hingga tahun 2023 yang telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

“Dari 88 proyek yang kita targetkan itu, alhamdulillah di tahun ini 90 persen terjadi. Dan tentu banyak dari transformasi ini ada di Pertamina,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan holding migas yang dibentuk sejak tahun 2018 terus berjalan. Walaupun tahun lalu dunia diterpa pandemi Covid-19, namun sesuai arahan pemegang saham agenda transformasi tidak boleh berhenti, bahkan harus dipercepat.

Baca juga: Semester I- 2021, Pertamina Setor Rp 110,6 Triliun ke Negara

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri selaku pemegang saham yang membawa agenda ini ke rapat-rapat sesama kementerian maupun ke Ratas, sehingga berbagai regulasi akhirnya berhasil kita dapatkan pada akhir Agustus kemarin,”ungkap Nicke.

Nicke menjelaskan, tiga subholding, yakni Subholding Upstream, Subholding Refining & Petrochemical dan Subholding Commercial & Trading harus tetap menjalankan tugas saat ini, karena Pertamina mempunyai amanah sesuai Undang-Undang Energi yakni menjaga kehandalan atau availability, accessibility, affordability, acceptability dan sustainability.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.