Fakta Utang 3 Anak Soeharto, Dulunya Merupakan Bantuan Pemerintah

Kompas.com - Diperbarui 14/09/2021, 10:55 WIB
Presiden Soeharto Mengendarai Expressa boobastis.comPresiden Soeharto Mengendarai Expressa

KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah mengejar penagihan piutang dari 3 anak mantan Presiden Soeharto. Mereka adalah Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Kedua Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto, dan ketiga adalah Bambang Trihatmodjo.

Menurut Kementerian Keuangan, ketiga anggota Keluarga Cendana yang diketahui memiliki utang kepada pemerintah. Utang-utang tersebut timbul dari program bantuan pemerintah kepada perusahaan-perusahaan yang terkait dengan ketiganya di masa Orde Baru.

Pemberian keistimewaan dan berbagai bantuan pemerintah kepada perusahaan milik Keluarga Cendana memang cukup lazim saat Orde Baru berkuasa.

Tak hanya mengejar utang, pemerintah saat ini juga gencar mengejar aset-aset lain milik negara yang selama ini dalam penguasaan yayasan di bawah Keluarga Cendana.

Baca juga: Lahan Sengketa Rocky Gerung Vs Sentul City Dulunya Tanah Milik Negara

Beberapa aset yang diambil alih pemerintah seperti Gedung Granadi di Kuningan Jakarta Selatan dan Vila Megamendung di Bogor. Teranyar, pemerintah baru saja mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari yayasan Keluarga Cendana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut ini masing-masing kasus penagihan utang kepada 3 anak mantan Presiden Soeharto:

1. Bambang Trihatmodjo

Utang Bambang Trihatmodjo tersebut bermula dari penyelenggaraan SEA Games XIX Tahun 1997. Putra mantan Presiden Soeharto tersebut itu merupakan ketua konsorsium swasta yang ditunjuk pemerintah Orde Baru menjadi penyelenggara gelaran olahraga antar-negara ASEAN di Jakarta.

Baca juga: Melihat Utang Tutut Soeharto dalam Kasus BLBI

Konsorsium mempunyai tugas antara lain menyediakan dana untuk penyelenggaraan SEA Games XIX Tahun 1997. Kementerian Sekretariat Negara, menyebutkan saat itu rupanya konsorsium swasta kekurangan dana sehingga harus ditalangi oleh pemerintah sebesar Rp 35 miliar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.