Dalam Sepekan, Aliran Modal Asing Masuk ke Indonesia Rp 1,66 Triliun

Kompas.com - 11/09/2021, 14:20 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke Indonesia sepanjang 6-9 September 2021 mencapai Rp 1,66 triliun. Aliran dana asing itu masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 810 miliar dan pasar saham sebesar Rp 850 miliar.

Dengan demikian, pada periode berjalan tahun 2021, aliran modal asing tercatat telah masuk ke Indonesi sebanyak Rp 32,88 triliun.

"Berdasarkan data transaksi 6-9 September 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp 1,66 triliun," ujar Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Sabtu (11/9/2021).

Baca juga: Ada Wacana Pelonggaran PPKM, Dana Asing Banjiri Pasar Modal Indonesia

Seiring dengan masuknya dana asing sepekan terakhir, maka premi risiko investasi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level 67,09 bps per 9 September 2021 dari sebelumnya di level 66,33 bps pada 3 September 2021.

Di sisi lain, tingkat imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun menjadi naik ke level 6,16 persen. Sedangkan yield surat utang AS atau US Treasury 10 tahun turun ke level 1,297 persen.

Adapun pada Kamis (9/9/2021) nilai tukar rupiah di tutup di level Rp 14.250 per dollar AS, kemudian ketika dibuka pada perdagangan Jumat (10/9/2021), nilai tukar rupiah tetap berada di level Rp 14.250 per dollar AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, terkait inflasi, Erwin mengatakan perkembangan harga pada September 2021 tetap relatif terkendali. Hal itu berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) BI pada minggu kedua September 2021, yang diperkirakan inflasi sebesar 0,01 pesen secara bulanan (month to month/mtm).

"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2021 secara tahun kalender sebesar 0,85 persen (year to date/ytd), dan secara tahunan sebesar 1,65 persen (year on year/yoy)," jelasnya.

Penyumbang utama inflasi hingga minggu kedua September 2021 yaitu komoditas daging ayam ras sebesar 0,03 persen (mtm) dan minyak goreng sebesar 0,02 persen (mtm). Lalu sawi hijau, bayam, tomat, angkutan udara dan rokok kretek filter yang masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Baca juga: Tanpa Modal Asing, Siapa Sosok di Balik Maskapai Baru Super Air Jet?

Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami deflasi, antara lain telur ayam ras sebesar -0,06 persen (mtm), bawang merah dan cabai rawit masing-masing sebesar -0,03 persen (mtm), cabai merah sebesar -0,02 persen (mtm), serta bawang putih sebesar -0,01 persen (mtm).

Erwin memastikan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Serta menyiapkan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, juga menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," pungkas dia.

Baca juga: Ini Jumlah Modal Asing yang Masuk ke RI pada Awal September

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.