[POPULER MONEY] Pemerintah Tagih Utang ke Anak-anak Soeharto | Daftar Obligor BLBI

Kompas.com - 12/09/2021, 06:40 WIB
Menkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1) KemenkeuMenkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus menagih piutang kepada para debitor, termasuk anak-anak mendiang Presiden Soeharto.

Berita mengenai upaya menagih piutang negara tersebut menjadi yang terpopuler sepanjang hari kemarin, Sabtu (11/9/2021). Sementara itu berita lain yang masuk terpopuler adalah daftar obligor BLBI.

Berikut adalah daftar berita terpopuler selengkapnya: 

1. Saat Sri Mulyani Tagih Utang ke 3 Anak Presiden Soeharto Sekaligus

Sebagai bendahara negara, Menteri Keuangan Sri Mulyani ditugasi menagih piutang kepada sejumlah debitur yang dinilai belum melunasi kewajibannya terhadap pemerintah.

Beberapa pihak yang kewajibannya masih dikejar Sri Mulyani adalah Keluarga Cendara. Utang-utang tersebut merupakan sisa warisan dari era Pemerintahan Orde Baru yang hingga kini proses pelunasannya masih terkatung-katung. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

2. Daftar Obligor BLBI yang Dikejar Sri Mulyani, Ada Nama Tutut Soeharto

Penyelesaian utang oleh obligor dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) berlarut-larut selama puluhan tahun. Dari data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), selama krisis 1997-1998, BLBI diberikan sebesar Rp 147,7 triliun kepada 48 bank.

Sejauh ini, masih banyak obligor yang masih berhutang ke negara, baik karena memang melunasi kewajibannya, maupun karena aset yang dijaminkan tidak cukup untuk melunasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah menyatakan memegang komitmennya untuk mengejar para debitur dan obligor, termasuk yang sudah tidak tinggal di alamatnya dulu. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

3. Berapa Biaya Pasang Panel Surya buat Rumah Tipe 36?

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap terus dikenalkan pemerintah maupun pihak swasta kepada masyarakat umum.

Hal ini untuk mendorong tren pemasangan panel surya di atap rumah, sebagai salah satu pemanfaatan energi terbarukan yang berasal dari panas matahari. Pemasangan panel surya bisa dilakukan pada jenis rumah apapun, termasuk tipe rumah 36 yang cukup populer di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.