Ribuan Warga Positif Covid-19 Ditolak Masuk Mall, Asosiasi: Pusat Perbelanjaan Makin Aman...

Kompas.com - 12/09/2021, 13:40 WIB
Ilustrasi mal ShutterstockIlustrasi mal

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat belanja termasuk mall menolak ribuan pengunjung yang terdeteksi positif Covid-19 melalui aplikasi PeduliLindungi.

Masyarakat positif Covid-19 ini terdeteksi lantaran menerima notifikasi warna hitam saat memindai kode QR di pintu masuk mall.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, ditolaknya ribuan pengunjung positif Covid-19 masuk ke mall menandakan bahwa pusat belanja semakin aman.

Baca juga: Dorong Tingkat Kunjungan, Ciputra Beri Diskon Sewa hingga Ubah Konsep Mal

"Pusat perbelanjaan selalu memberlakukan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, disiplin, dan konsisten. Pusat perbelanjaan menjadi salah satu fasilitas yang semakin aman untuk dikunjungi dan berbelanja," kata Alphonzus dalam siaran pers, Minggu (12/9/2021).

Namun kata Alphonzus, berkeliarannya warga positif Covid-19 perlu penanganan khusus dari pemerintah. Meski ditolak masuk mall, mereka masih dapat berkeliaran di tempat-tempat umum lainnya.

Hal ini membahayakan keselamatan orang lain, termasuk orang rentan di sekitarnya. Untuk itu dia bilang, penanganan orang yang terpapar Covid-19 harus mendapat perhatian khusus karena mereka seharusnya melakukan isolasi di tempat khusus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pemerintah harus memastikan bahwa mereka tidak bebas berkeliaran di tempat-tempat umum sehingga tidak merepotkan dan tidak membahayakan masyarakat umum lainnya," ucap dia.

Lebih lanjut Alphonzus berujar, pusat belanja termasuk mall sudah memberlakukan dua lapis protokol kesehatan. Saat ini sesuai arahan pemerintah, semakin banyak mall yang memberlakukan protokol wajib vaksinasi yang pemeriksaannya lewat aplikasi PeduliLindungi.

Baca juga: APPBI Minta Pengelola Mal Berinovasi dan Adaptif Selama Pandemi

Protokol ini pun tidak mengurangi atau bahkan mengganti protokol kesehatan yang sudah diberlakukan sejak awal, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan sebagainya.

"Jadi sekarang ini di pusat perbelanjaan diberlakukan 2 protokol Covid-19 yaitu protokol kesehatan dan protokol wajib vaksinasi. Keduanya bertujuan untuk memastikan bahwa semua orang yang berada di pusat perbelanjaan dalam keadaan sehat," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.