Kompas.com - 12/09/2021, 18:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat pelantikan pejabat eselon II dan III Kementerian Keuangan di Jakarta, Senin (9/3/2020). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat pelantikan pejabat eselon II dan III Kementerian Keuangan di Jakarta, Senin (9/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta para generasi muda memahami hal-hal mendasar soal APBN. Menurut Ani, pemahaman terhadap APBN akan membuat generasi muda ikut menjaga cita-cita bangsa mengenai kemakmuran hingga keadilan.

Pasalnya, APBN adalah sebuah platform yang menggambarkan kewajiban dan hak warga negara, seperti membayar pajak dan penggunaan uang pajak tersebut.

"Saya berharap anak-anak muda mengenal apa yang disebut hak dan kewajiban sebagai orang indonesia. Negara ini bukan asal didirikan, para pendiri bangsa membuat cita-cita negara kesatuan," kata Sri Mulyani dalam Grand Opening Olimpiade APBN, Minggu (12/9/2021).

Baca juga: Sri Mulyani: Majunya Negara Ditentukan oleh Kualitas SDM, Terutama Anak Muda...

Wanita yang akrab disapa Ani ini yakin, anak muda yang memahami APBN punya segudang ide cemerlang mengenai pengelolaan uang negara yang lebih baik.

Pengelolaan yang baik dan akuntabel ini akan mencegah praktik korupsi yang masih marak. Penggunaan dana untuk berbagai program termasuk bantuan sosial masyarakat miskin dan rentan makin jelas. Kemudian, negara maju akan terwujud.

"Kalau (dananya) ada sekian, harus dilaporkan sekian. Dipakai untuk apa saja, yang menerima siapa. Saya yakin suatu saat anak muda punya ide yang jauh lebih kreatif apalagi dengan teknologi yang mampu memunculkan ide baru," ucap Sri Mulyani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut Ani menyebut, adanya teknologi semakin mempermudah generasi muda memahami APBN. Dengan pesatnya perkembangan, anak muda bisa mencari referensi dari seluruh dunia.

Tentu kata Ani, hal ini berbeda ketika dia masih duduk di bangku sekolah. Referensi bacaan dan penelitian secara umum masih terbatas, hanya pada buku-buku perpustakaan yang didatanginya.

Baca juga: Dicurhati PKL di Medan, Sri Mulyani Ungkap Sederet Bantuan Sudah Cair

Saat ini hanya dengan bantuan gawai, anak muda bisa mengakses situs-situs penting dari seluruh penjuru mata angin.

"Ini memunculkan pemahaman. Anak muda makin cerdas, makin connect, digital-savvy. Kalau mencari apa saja, sumbernya daei perpustakaan seluruh dunia. Anak-anak muda akan semakin pintar dan idenya luar biasa," pungkas Ani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.