Holding Ultramikro Terbentuk, Pemerintah Alihkan Saham Pegadaian dan PNM ke BRI

Kompas.com - 13/09/2021, 12:49 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat mengunjungi sentra vaksinasi Covid-19 di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Dok. Kementerian BUMNMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat mengunjungi sentra vaksinasi Covid-19 di Jakarta, Rabu (7/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Holding ultramikro Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi terbentuk.

Ini ditandai dengan penandatanganan pengalihan saham pemerintah di PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM kepada PT Bank BRI (Persero) Tbk.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pembentukan holding itu merupakan salah satu bentuk dari transformasi perusahaan pelat merah dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, dalam hal ini pelaku usaha ultramikro.

Baca juga: Kementerian BUMN: Holding UMi Dibentuk Buat Lindungi UMKM dari Rentenir

“Inisiasi transformasi yang terjadi di BUMN ini kan kita tidak hanya semata-mata menjadi bagian restrukturisasi atau pengurangan jumlah BUMN,” kata Erick dalam konferensi pers virtual, Senin (13/9/2021).

Holding ini diharapkan dapat menjadi jawaban bagi para pelaku usaha ultramikro untuk mendapatkan akses pembiayaan yang terintegrasi, khususnya di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Kita tidak mau menjadi bagian hanya BUMN yang untung tapi UMKM pailit, keseimbangan ini harus jadi program holding ultra mikro,” kata Erick.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan adanya integrasi, holding ultra mikro diproyeksi dapat menciptakan efisiensi dalam operasional bisnis entitas yang tergabung di dalamnya.

Oleh karena itu, kata Erick, selain pembiayaan terintegritas, holding ini diharapkan dapat menciptakan pembiayaan yang murah.

Baca juga: 2 Pabrik Gula PTPN VII Segera Masuk Holding

“Saya mengharapkann penggabungan daripada BRI, Pegadaian, PMN, bahwa ingin memastikan bisa terjadi bagaimana keberpihakan bunga lebih murah untuk yang di bawah,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pembentukan holding ini juga selaras dengan visi Presiden Joko Widodo, yang menargetkan rasio pembiayaan ke segmen UMKM mencapai 30 persen dari total kredit pada 2024.

“Tentu keinginan ini didasari oleh visi bahwa usaha mikro usaha kecil menjadi tonggak dari dunia usaha kita, jadi bukan cuma sekedar porsi-porsi kredit tapi dunia usaha sektor riil nya ya memang besar, dunia usaha sektor riil kecil dan mikro nya yang memang menjamur dimana-mana,” tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.