Unit Link Masih Lebih Diminati ketimbang Produk Asuransi Tradisional

Kompas.com - 14/09/2021, 14:45 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKSIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan, produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link menjadi produk yang paling diminati masyarakat.

Ini terefleksikan dari besarnya porsi pendapatan unit link terhadap total pendapatan premi produk asuransi jiwa.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, pada semester I-2021 pendapatan premi industri asuransi jiwa dari produk unit link tumbuh sebesar 17 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 64,4 triliun, atau setara 62 persen dari total pendapatan premi asuransi jiwa.

Baca juga: Semester I 2021, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 64 Persen Jadi Rp 119,7 Triliun

"Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link masih jadi primadona masyarakat dengan kontribusi sebesar 62 persen selama semester I-2021," kata dia, dalam konferensi pers virtual, Selasa (14/9/2021).

Sementara itu, produk asuransi tradisional tercatat mengalami pertumbuhan pendapatan premi yang lebih pesat, yakni sebesar 18,5 persen secara yoy, menjadi Rp 40,27 triliun dari Rp 33,99 triliun pada paruh pertama 2020.

"Kondisi pandemi Covid-19 telah membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi jiwa bagi masa depan, baik produk unit link maupun produk asuransi jiwa dasar mengalami peningkatan," tutur Budi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun pendapatan produk asuransi tradisional tumbuh lebih pesat, unit link dinilai masih menjadi produk yang lebih diminati oleh masyarakat. Pasalnya, kebutuhan akan perlindungan dan investasi terus mengalami pertumbuhan.

Kepala Bidang Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono menyadari, banyak terjadi laporan dari nasabah terkait produk unit link. Namun menurutnya, hal tersebut bisa diatasi oleh perusahaan asuransi jiwa dengan mengedukasi nasabah atau calon nasabah.

"Sehingga saya lihat produk unit link karena menawarkan produk investasi, memberikan potensi keuntungan plus perlindungan, ini menjadi menarik," katanya.

Baca juga: Asuransi Unit Link: Dua Peran dalam Satu Produk

Penurunan Nilai Unit Link

Terkait dengan penurunan nilai manfaat yang diterima dalam produk unit link, Kepala Bidang Operasional dan Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin, meminta agar nasabah lebih mencermati porsi investasi dan asuransi yang dipilih.

Ia menyebutkan, kerap kali laporan berasal dari nasabah unit link yang memiliki porsi asuransi proteksi yang jauh lebih besar ketimbang asuransi, sehingga keuntungan yang diterima tidak menutupi biaya yang perlu dikeluarkan.

"Yang penting adalah bagaimana pengertian masyarakat terhadap produk itu sendiri, dipelajari dengan baik-baik, tanya sebanyak mungkin supaya dapat dimengerti, sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat," ucapnya.

Baca juga: OJK Bakal Batasi Pemasaran dan Investasi Unitlink



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.