Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Sudah Lebih Tinggi Dibandingkan Sebelum Pandemi Covid-19

Kompas.com - 14/09/2021, 19:00 WIB
Ilustrasi asuransi jiwa. SHUTTERSTOCK/REDPIXEL.PLIlustrasi asuransi jiwa.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan industri asuransi jiwa mengalami pertumbuhan signifikan pada semester I-2021. Bahkan, realisasi pendapatan industri ini telah lebih tinggi dibanding sebelum pandemi Covid-19 merebak.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, pada paruh pertama tahun ini pendapatan industri asuransi jiwa mencapai Rp 119,74 triliun, tumbuh 64,1 persen dibanding semester I-2020 sebesar Rp 73 triliun, dan tumbuh 5 persen dibanding semester I-2019 sebesar Rp 113,94 triliun.

"Industri asuransi jiwa pada semester I-2021 berhasil melewati masa sulit saat awal pandemi Covid-19, bahkan tumbuh 5 persen di atas pencapaian semester I-2019," kata dia dalam konferensi pers virtual, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Asuransi Unit Link: Dua Peran dalam Satu Produk

Menurut Budi, selain didorong oleh tren pemulihan ekonomi nasional, pertumbuhan itu juga ditopang oleh kesadaran masyarakat untuk memiliki produk asuransi yang terus meningkat.

Hal tersebut terefleksikan dari pendapatan premi bisnis baru yang melesat 27,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 68,02 triliun pada semester I-2021. Realisasi ini jauh lebih tinggi dari pertumbuhan premi lanjutan yang hanya tumbuh 2,8 persen yoy menjadi Rp 36,7 triliun pada paruh pertama 2021.

"Kesadaran masyarakat untuk memiliki proteksi asuransi itu meningkat, dan tentu kami sangat senang," ujar Budi.

Selain itu, Budi menyebutkan, perusahaan asuransi terus berupaya memanfaatkan kanal distribusi alternatif dalam pemasaran dan penjualan produknya, di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang membatasi aktivitas masyarakat.

Baca juga: Diminati Kaum Milenial, Berikut Tips Memilih Produk Asuransi Jiwa Digital

Tercatat pada saat pendapatan premi berdasarkan kanal distribusi agensi menurun 4,9 persen secara tahunan, kanal distribusi kerja sama dengan bank atau bancassurance dan juga distribusi alternatif justru tumbuh pesat, masing-masing sebesar 27,3 persen yoy dan 35,8 persen yoy.

"Memang kanal distribusi tatap muka itu ketika ada pengetatan mobilitas kena imbas. Tapi, anggota kami mencoba menyikapi dengan mendorong kanal-kanal distribusi yang beda dari sebelumnya," tutur Budi.

Pertumbuhan positif bisnis asuransi jiwa diproyeksi akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini, jika aturan pengetatan aktivitas yakni Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terus direlaksasi atau diturunkan levelnya.

"Atau setidaknya bertahan di level ini saja, jangan semakin meningkat," ucap Budi.

Baca juga: Agar Tak Bingung, Berikut Penjelasan Manfaat dan Jenis Asuransi Jiwa

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

OSS Belum Sempurna, Bahlil Akui Ada 2 Masalah Besar

OSS Belum Sempurna, Bahlil Akui Ada 2 Masalah Besar

Whats New
Kinerja Emiten GGRM dan HMSP Merosot Konsultan Khawatir Rokok Murah Bakal Merajalela

Kinerja Emiten GGRM dan HMSP Merosot Konsultan Khawatir Rokok Murah Bakal Merajalela

Whats New
Rekam Jejak Lin Che Wei, Bongkar Skandal Bank Lippo hingga Bantu Rumuskan Ragam Kebijakan Pemerintah

Rekam Jejak Lin Che Wei, Bongkar Skandal Bank Lippo hingga Bantu Rumuskan Ragam Kebijakan Pemerintah

Whats New
Multi Bintang Indonesia Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan di Tahun 2025

Multi Bintang Indonesia Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan di Tahun 2025

Whats New
Mentan SYL Optimistis PMK Dapat Segera Diatasi

Mentan SYL Optimistis PMK Dapat Segera Diatasi

Whats New
Meraih Peluang 'Value Chain' Baterai Mobil Listrik

Meraih Peluang "Value Chain" Baterai Mobil Listrik

Whats New
Mengenal MLFF, Sistem Pembayaran Tol Tanpa Sentuh yang Bakal Gantikan E-Toll

Mengenal MLFF, Sistem Pembayaran Tol Tanpa Sentuh yang Bakal Gantikan E-Toll

Whats New
Ini Cara Daftar m-Banking BPD DIY di ATM dan HP Tanpa ke Bank

Ini Cara Daftar m-Banking BPD DIY di ATM dan HP Tanpa ke Bank

Spend Smart
Hadir di Makassar, Kampus UMKM Shopee Ke-9 Siap Bantu Pelaku UMKM Sulsel Naik Kelas

Hadir di Makassar, Kampus UMKM Shopee Ke-9 Siap Bantu Pelaku UMKM Sulsel Naik Kelas

Whats New
Cerita Menteri Bahlil Saat Larangan Ekspor Nikel Diberlakukan: Pak Erick Rugi, Saya Rugi...

Cerita Menteri Bahlil Saat Larangan Ekspor Nikel Diberlakukan: Pak Erick Rugi, Saya Rugi...

Whats New
Lanjutkan Kenaikan, IHSG Ditutup Melonjak 2,24 Persen

Lanjutkan Kenaikan, IHSG Ditutup Melonjak 2,24 Persen

Whats New
Alkindo Naratama Luncurkan Hexcel Wrap, Plastik Ramah Lingkungan Pengganti Bubble Wrap

Alkindo Naratama Luncurkan Hexcel Wrap, Plastik Ramah Lingkungan Pengganti Bubble Wrap

Whats New
Mulai Hari Ini Penumpang Pesawat Tak Perlu Tes Covid-19 jika Sudah Vaksin Dosis 2 dan Booster

Mulai Hari Ini Penumpang Pesawat Tak Perlu Tes Covid-19 jika Sudah Vaksin Dosis 2 dan Booster

Whats New
Kampus UMKM Shopee Hadir di Makassar, Siap Bantu UMKM Sulawesi Selatan Naik Kelas

Kampus UMKM Shopee Hadir di Makassar, Siap Bantu UMKM Sulawesi Selatan Naik Kelas

Rilis
Pemerintah Mulai Waspada, Konflik Rusia-Ukraina Bisa Kerek Inflasi Tinggi

Pemerintah Mulai Waspada, Konflik Rusia-Ukraina Bisa Kerek Inflasi Tinggi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.