Kompas.com - 15/09/2021, 09:30 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona merah di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (15/9/2021). Sementara itu rupiah juga melemah pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.10 WIB, IHSG berada pada level 6.110 atau turun 19,08 poin (0,31 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.129,09.

Sebanyak 173 saham melaju di zona hijau dan 185 saham di zona merah. Sedangkan 196 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 978,9 miliar dengan volume 2,4 miliar saham.

Pagi ini bursa saham Asia negatif dengan penurunan Indeks Nikkei 0,75 persen, Hang Seng Hong Kong 0,75 persen, dan indeks Strait Times 0,38 persen.

Baca juga: IHSG Diproyeksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Sementara itu, Wall Street ditutup merah dengan penurunan indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,84 persen, indeks acuan saham teknologi AS, Nasdaq 0,45 persen, indeks S&P 500 yang juga melemah 0,57 persen.

Sebelumnya, Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengungkapkan, hari ini IHSG berpeluang mengalami penguatan terbatas, dengan uji resistance di level 6.172.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat terbatas hari ini dalam range 6.000 - 6.172," kata William dalam rekomendasinya.

Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah. Melansir Bloomberg, pukul 09.01 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.255 per dollar AS, atau turun 8 poin (0,05 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.248 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah terjadi menyusul rilis data inflasi konsumen AS bulan Agustus yang menunjukkan tingkat inflasi AS yang masih cukup tinggi.

"Rupiah masih bisa melemah terhadap dollar AS hari ini. Meskipun inflasi sedikit di bawah angka bulan lalu, hal ini masih membuka peluang pelaksanaan tapering di akhir tahun," kata Ariston kepada Kompas.com.

Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia yang masih menunjukkan surplus sekitar 2,3 miliar dollar AS bisa bisa mendorong penguatan rupiah.

Namun Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak melemah pada kisaran Rp 14.270 per dollar AS hingga Rp 14.220 per dollar AS.

Baca juga: Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Perjalanan Selama PPKM

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.